Pencarian populer

Umur Berapa Anak Laki-laki Sebaiknya Disunat?

Ilustrasi sunat anak laki-laki. Foto: Shutterstock
Dari sisi kesehatan praktik sunat pada laki-laki ternyata banyak manfaatnya. Kulup yang menutupi ujung penis itu perlu dipotong untuk menghindari risiko infeksi atau timbul rasa gatal. Tapi sebenarnya, di usia berapa anak sebaiknya disunat?
ADVERTISEMENT
"Di Indonesia, biasanya anak disunat di usia 5-13 tahun. Padahal sebenarnya, semakin kecil umurnya, justru semakin baik," jelas dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.Bs., dokter spesialis bedah syaraf serta pemilik Rumah Sunat dr. Mahdian, pada Selasa (18/6).
bayi menguap Foto: Unsplash
dr. Mahdian bahkan menyarankan anak laki-laki disunat sebelum berusia 6 bulan, atau saat bayi belum lincah untuk bisa tengkurap sendiri.
"Sebaiknya lagi justru sebelum bayi berumur 40 hari. Kalau masih kecil itu, pembuluh darahnya juga masih kecil-kecil, sehingga sangat kecil risiko perdarahan dan tentunya lebih cepat proses penyembuhannya karena regenarasi selnya sangat cepat," ungkap dr. Mahdian.
Anda tak perlu takut akan risiko sunat saat bayi, Moms. dr. Mahdian memastikan, selama teknik dan prosedurnya benar, sunat saat bayi aman dilakukan. Selain itu, sunat saat bayi juga tidak akan memunculkan trauma psikologis, karena di usia itu si kecil belum bisa ingat apapun.
ADVERTISEMENT
"Kalau ada penelitian yang mengatakan sunat saat bayi berbahaya, itu harus dipelajari lagi kenapanya. Apakah teknisnya salah, sehingga bisa terjadi perdarahan? Atau bayinya mungkin memang punya kelainan sehingga mudah perdarahan. Itu harus dicari tahu kenapanya. Tapi selama tekniknya benar, harusnya aman-aman saja," kata dokter spesialis bedah syaraf itu.
Ilustrasi sunat anak laki-laki. Foto: Shutterstock
Lantas, bagaimana jika anak Anda sudah berusia 1 atau 2 tahun dan sedang aktif-aktinya bergerak? Lebih baik disunat di usia tersebut atau menunggu usianya lebih besar?
"Nah kalau sudah di usia satu atau dua tahun, memang ada kesulitan. Dia misalnya, tahu nih kalau ada klem di alat kelaminnya, akhirnya ditarik, digaruk-garuk, jadi berdarah. Belum lagi, kalau tidur berisiko kegesek-gesek juga bisa berdarah. Sehingga memang sebaiknya dilakukan saat bayi belum bisa tengkurap," jelas dr. Mahdian.
ADVERTISEMENT
Anda bisa memeriksakan terlebih dahulu kondisi kelamin anak Anda ke dokter spesialis anak. Jika tidak ada tanda-tanda penyempitan di saluran kencing, Anda bisa menunggu waktu sunat anak hingga ia bisa diajak untuk berkomunikasi. Namun, jika ada tanda-tanda penyempitan, Anda bisa berdiskusi lebih lanjut dengan dokter, apakah anak perlu disunat dalam waktu dekat atau tidak.
------------------------------------------------------------------------
Masih ada artikel-artikel lain tentang sunat anak yang kumparanMOM siapkan untuk Anda. Agar betul-betul paham, yuk baca habis semuanya!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80