Pencarian populer

Usai Berhubungan Seks Sering Merasa Nyeri? Waspada Penyakit Ini, Moms!

Ilustrasi organ intim wanita (Foto: Thinkstock)

Moms, pernahkan Anda merasakan nyeri haid yang begitu kuat? Atau nyeri saat atau setelah berhubungan seks dengan suami? Jika ya, coba periksakan ke dokter, sebab dikhawatirkan yang terjadi pada Anda merupakan salah satu tanda penyakit endometriosis.

Menurut Dr. I Made C. Irawan dalam bukunya @blogdokter, endometriosis merupakan penyakit yang ditandai dengan tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim. Endometrium merupakan lapisan paling luar rahim yang berbatasan langsung dengan rongga rahim.

Peran endometrium ini sangat penting dalam proses menstruasi dan perlekatan plasenta saat kehamilan. Dalam keadaan normal, jaringan dinding rahim akan menebal saat Anda mengalami ovulasi. Hal itu terjadi agar calon janin dapat menempel pada rahim bila terjadi pembuahan, usai berhubungan seks.

Namun, jika tidak terjadi pembuahan, endometrium yang telah menebal akan luruh dan keluar dari tubuh dalam bentuk darah menstruasi.

Nyeri haid bisa berlangsung lebih dari tiga hari. (Foto: Thinkstock)

Sementara jika Anda mengalami penyakit endometriosis, lapisan dinding rahim yang tumbuh di luar rahim juga akan meluruh saat Anda haid. Bedanya, jaringan yang luruh itu tidak keluar melalui vagina, tapi mengendap di sekitar organ reproduksi. Endapan ini lama kelamaan akan menyebabkan peradangan, kista, jaringan parut, dan akhirnya menimbulkan berbagai gangguan lain.

Umumnya, penyakit ini diderita oleh perempuan yang berusia 30-40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan perempuan yang berusia berapa saja.

Tanda-tanda endometriosis, yaitu:

- Nyeri luar biasa saat menstruasi yang terasa semakin sakit,

- Nyeri menetap di daerah pinggul dan tulang ekor,

- Nyeri pada perut bagian atas,

- Nyeri pada saat atau setelah berhubungan seks,

Ilustrasi pasangan bercinta (Foto: Shutterstock)

- Nyeri saat buang air kecil ketika menstruasi,

- Sulit hamil,

- Pendarahan abnormal di antara siklus menstruasi,

- Mudah lelah,

- Dan mual, muntah, susah buang air besar, diare saat menstruasi.

Faktor risiko terjadinya penyakit ini, menurut Dr I Made, yakni.

- Perempuan belum pernah hamil,

- Masa menstruasi lebih dari 7 hari,

Menstruasi (Foto: Thinkstock)

- Siklus haid lebih pendek dari 27 hari,

- Punya riwayat keluarga yang menderita endometriosis,

- Punya gangguan siklus menstruasi atau tidak normal,

- Punya riwayat penyakit radang panggul yang merusak beberapa sel dalam kandungan,

- Dan penderita kista ovarium.

Bila Anda mengalami gejala-gejala itu, segera cek ke dokter. Anda akan menjalani beberapa tes, seperti pemeriksaan pelvis, ultrasound, dan laparoskopi.

Reporter: Nanda Saputri

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: