Pencarian populer

103 Napi Lapas Narkotika Langkat yang Kabur Berhasil Ditangkap

Suasana Lapas Narkotika Langkat saat Kericuhan. Foto: Dok. Istimewa

Ratusan napi Lapas Narkotika Kelas III Langkat di Kecamatan Hinai, yang kabur akibat kerusuhan pada Kamis (16/5) terus diburu keberadaannya. Hingga kini, sudah ada 103 napi yang berhasil diciduk polisi dari pelariannya.

"Alhamdulillah dari 154 yang kabur, kita sudah 103 orang yang berhasil diamankan. Jadi sampai pagi ini ada 51 lagi yang masih di luar," ujar Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Utara, Muhammad Jahari Sitepu, di Lapas Narkotika Kelas III Langkat Jumat (17/5).

Jahari menjelaskan saat didata pada Kamis malam, sudah ada 1.480 napi yang berada di dalam lapas, sementara 154 napi lainnya dinyatakan buron.

" Tadi malam kami apel dengan warga binaan satu per satu di data, dan kondusif. Semalam total napi 1.634 orang, dan hasil apel ada 1.480 orang sudah di dalam, yang melarikan diri 154 orang," jelasnya Jahari.

Anggota TNI saat melakukan apel di depan Lapas Narkotika Kelas III Langkat. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Menurut Juhari, 103 napi yang berhasil diciduk dititipkan di lapas lain, dengan rincian 60 napi di Rutan Tanjung Pura dan 43 napi di Lapas Binjai.

"Dari 103 yang diamankan kembali sudah termasuk hasil tangkap polisi dan TNI dan ada yang menyerahkan diri," ungkapnya.

Jahari mengatakan, akibat kerusuhan ini, gedung yang difungsikan sebagai ruang administrasi dan IT ludes terbakar, sedangkan lapas tempat napi tinggal sama sekali tidak terjadi kerusakan.

"Yang rusak hanya ruang kantor administrasi dan ruang IT, surat menyurat, surat vonis-vonis, semua habis terbakar dan habis kaca-kacanya dipecahi oleh napi. Ada juga tiga mobil, 13 sepeda motor kurang lebih," ungkap Jahari.

Suasana Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Langkat, Sumatera Utara, usai kericuhan. Foto: Rachmat Utomo/kumparan

Kerusuhan di Lapas Langkat pecah pada Kamis (16/5), sekitar pukul 14.00 WIB. Kepala Trantib Lapas Langkat, Sunardi, mengatakan dari kejadian itu, setidaknya 500 napi melarikan diri.

Kaca gedung lapas hampir seluruhnya pecah. Selain itu, tiga mobil yang terparkir dan satu motor di pelataran lapas hangus terbakar akibat amukan para napi. Napi sengaja membakar lapas untuk melarikan diri.

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, menduga kerusuhan terjadi karena salah satu napi tak terima mendapat perlakuan kasar dari sipir karena membawa sabu. Saat ini, Lapas Langkat dijaga ketat oleh kepolisian dan TNI.

"Kalau saya dapat informasi, ada salah satu warga binaan bawa sabu-sabu, kemudian mendapat perlakuan kekerasan dari petugas," ujar Agus.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60