14 Karyawan PLN Tewas Akibat Tsunami Banten, 89 Orang Hilang

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemulihan kelistrikan pasca tsunami di Anyer. (Foto: Dok. PLN)
zoom-in-whitePerbesar
Pemulihan kelistrikan pasca tsunami di Anyer. (Foto: Dok. PLN)

Sebanyak 260 karyawan PLN turut menjadi korban tsunami di Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (22/12) malam. Mereka diketahui merupakan karyawan PLN dari unit Induk Transmisi, Jawa Bagian Barat yang sedang mengikuti acara family gathering di Tanjung Lesung, Banten.

“Hingga pukul 11.00 WIB, tercatat korban selamat 157 (termasuk luka berat), 14 meninggal dunia, dan sebanyak 89 orang belum ditemukan/belum bisa dihubungi,” tulis EVP Corporate Communication PLN, I Made Suprateka, dalam keterangannya, Minggu (23/12).

PLN terus melakukan upaya evakuasi di lokasi bencana dengan mengirimkan 36 ambulance. Proses pendataan serta pencarian peserta juga terus diupayakan.

“Kami mohon doanya agar seluruh korban bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ucap Made.

Sebelumnya, hingga Minggu pukul 09.00 WIB, korban selamat mencapai 133 orang. Sementara korban luka dan telah dibawa ke Posko Masjid PLTU 24 orang.

Menurut data BNPB, tsunami yang terjadi Banten dan Lampung menyebabkan 584 orang luka, 430 rumah rusak, dan 2 orang hilang. Secara rinci, di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.

Sementara itu, di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka, dan 2 orang hilang.