2 Anak Anton, Usia 5 dan 10 Tahun Jadi Korban Bom Rusunawa Wonocolo

Bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Bom meledak di blok b, lantai 5 di kamar yang dihuni Anton Ferdiantono (46).
Menurut saksi mata Lidya, yang juga pengurus Rusunawa, di kamar itu saat bom meledak ada Anton dan dua anaknya.
"Kondisi Anton pas tadi dilihat masih hidup (polisi kemudian menyatakan Anton meninggal), tangannya sudah putus," kata Lidya yang diwawancarai wartawan, Minggu (13/5) malam.
Lidya menyampaikan di kamar itu, ada dua orang lainnya yang mengalami luka. Menurut dia, ada anak Anton yang berusia 5 dan 10 tahun yang kemudian diselamatkan warga.
Anton dan keluarganya sudah tinggal sejak 2015, bersama istri dan empat anaknya. (Pihak kepolisian belakangan menyampaikan istri dan seorang anak Anton lainnya meninggal dunia)

Sementara warga lalu melapor ke polisi karena masih ada tas yang berisi bom rakitan. Bom itu kemudian dijinakkan Jihandak dan diledakkan. Ada empat kali ledakan keras kemudian terdengar.
Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung, dua anak Anton dirawat di RS Siti Khodijah.
Sementara itu situasi di lokasi masih ramai. Ada Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin yang datang bersama jajaran TNI. Sedang warga sejak diketahui benda yang meledak adalah bom, sudah dievakuasi.
