kumparan
15 Sep 2019 13:14 WIB

44 Rumah Rusak karena Ledakan di Mako Brimob Semarang Mulai Diperbaiki

Karo Logistik Polda Jateng Kombes M Zari meninjau rumah warga yang sedang diperbaiki. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Ledakan dari Gudang Penyimpanan Bahan Peledak (Handak) di Mako Brimob Srondol, Semarang, Sabtu (14/9) menyisakan kerusakan. Tak hanya lokasi kejadian, namun rumah warga sekitar ikut mengalami kerusakan dari serpihan ledakan tersebut.
ADVERTISEMENT
Setidaknya ada 44 rumah tercatat rusak akibat ledakan tersebut. Dari 44 rumah itu, rumah di RT 5 dan RT 6 itu mengalami kerusakan cukup parah. Misalnya di RT 5, rumah dan indekos milik Sujono (59) menjadi salah satu yang rusak parah.
Pantauan kumparan, indekos milik Sujono hampir seluruhnya rusak. Indekos itu belum bisa ditempati lantaran bagian atapnya bolong karena jebol terkena serpihan ledakan.
Sekitar pukul 08.00 WIB, terlihat sejumlah pekerja bangunan membawa asbes dan bahan bangunan lain. Salah satu di antaranya mengaku sudah mulai mengerjakan perbaikan sejak Sabtu (14/9) sore.
Sujono, Pemilik rumah yang Rusak Akibat Ledakan Gudang Amunisi, Semarang, Sabtu (14/9). Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
“Hari ini tempat kos saya akan diperbaiki sama Polda. Yang rusak kebanyakan atapnya jebol,” kata Sujono, Minggu (15/9).
Sekitar pukul 10.30 WIB, Karo Logistik Polda Jateng, Kombes Pol M Zari beserta jajaran Polda lainnya mendatangi rumah warga yang rusak tersebut.
ADVERTISEMENT
Saat datang, dia langsung menuju rumah milik Sujono. Dia tampak berbincang dengan para pekerja bangunan. Zari ingin memastikan perbaikan dilakukan maksimal.
“Ada 44 KK, di RT 5 ada 28 KK dan di RT 6 itu ada 16 KK. Hari ini masih 40 persen perbaikannya, kita cek lagi kebutuhan barangnya juga,” katanya.
Zari menyebut, hingga hari ini 3 rumah warga yang rusak berat sudah diperbaiki. Perbaikan, kata Zari, diprioritaskan ke rumah yang rusak parah.
“Diprioritaskan yang berat-berat dulu di lokasi yang dekat dengan kejadian. Secepat mungkin kita selesaikan,” tegasnya.
Zari mengatakan, pihaknya telah mengerahkan sedikitnya 20 pekerja bangunan termasuk tukang kaca. Sebab, dari 44 rumah paling banyak rusak berupa kaca pecah.
ADVERTISEMENT
“Jumlah ini untuk mengerjakan keseluruhan. Tapi nanti akan kita tambah,” ujarnya.
Saat ini indekos milik Sujono tak bisa ditempati untuk sementara. Sebab, pekerja bangunan harus menurunkan bagian atap dan plafon yang jebol. Penghuni menempati masih rumah sanak saudaranya.
“Karena atapnya harus diganti jadi harus dikosongkan dulu sementara, saya kira nanti sore sudah bisa ditutup,” ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan