kumparan
19 Agu 2018 9:15 WIB

5 Fakta Joni, Bocah yang Panjat Tiang Bendera

Joni (kedua kiri), pemanjat tiang bendera bersama Menpora Imam Nahrawi di Kemepora, Jakarta, Sabtu (18/8/2018). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Aksi Johannes Adekalla alias Joni, siswa kelas VII SMP Negeri Silawan, Atambua, NTT, ini menuai banyak pujian. Pasalnya, ia nekat memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang tersangkut saat upacara peringatan HUT ke-73 RI di Pantai Motaain, Belu.
ADVERTISEMENT
Berkat aksi heroiknya, Joni juga diundang ke ibu kota dan mendapatkan sejumlah hadiah lain. Mulai dari duduk di bangku VVIP di pembukaan Asian Games 2018 hingga bertemu idolanya, Evan Dimas.
kumparan merangkum 5 fakta tentang Joni, si bocah penyelamat upacara bendera di Pantai Motaain.
1. Lahir dari Keluarga Timor Timur yang Memilih Jadi WNI
Suasana rumah Joni di Atambua, NTT (Foto: Dok. Istimewa)
Joni merupakan anak kedua yang lahir dari keluarga asli Timor Timur. Meski demikian, pasca-jajak pendapat tahun 1999, keluarga Joni lebih memilih menjadi WNI ketimbang ikut memisahkan diri bersama Timor Timur.
"Mereka adalah keluarga eksodus pasca-1999 ya, karena, alasannya Indonesia lebih nyaman dan aman. Akhirnya mereka tetap memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI)," tutur PNS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu, Fransisco Ramos saat dihubungi kumparan, Sabtu (18/8).
ADVERTISEMENT
Saat ini, Joni sekeluarga tinggal di Atambua, Kabupaten Belu, NTT. Sedangkan insiden tersangkutnya bendera itu terjadi ketika Joni menghadiri upacara HUT ke-73 RI di Pantai Motaain, Belu.
2. Punya Cita-cita Jadi Tentara
Joni tiba di Kemenpora. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Saat diundang ke Kantor Kemenpora, Joni sempat ditanyai beberapa hal oleh Menpora Imam Nahrawi. Salah satunya adalah soal cita-cita Joni.
"Jon, cita-citanya jadi apa?" tanya Imam kepada Joni, Sabtu (18/8).
"Mau jadi TNI. Rasanya senang sekali, baru satu kali (ke sini) melihat tempat-tempat, gambar Asian Games," timpal Joni sambil tersenyum malu.
Tak hanya itu, di depan Imam, Joni juga menceritakan pengalamannya memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang tersangkut. Kepada Imam, ia mengaku tidak takut saat memanjat.
ADVERTISEMENT
"Harus berusaha ambil talinya supaya bisa lanjut upacaranya," kata Joni.
3. Hobi Memanjat Pohon Kelapa
Joni bocah pemanjat tiang bendera (Foto: Dok, Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (SESDILU))
Salah seorang tetangga Joni, Fransisco Ramos, menyebut kemampuan memanjat Joni didapat dari hobinya memanjat pohon kelapa. Bahkan, menurut Fransisco, usai pulang sekolah Joni kerap melakukan hobinya itu.
"Tapi kan enggak setiap hari manjat. Mungkin dia punya kemampuan suka manjat, pulang sekolah," kata Fransisco saat dihubungi kumparan, Sabtu (18/8).
Selain itu, Joni juga dikenal sebagai anak yang aktif, cerdas, dan gemar berolahraga. Meski demikian, menurut Fransisco, Joni baru kali itu memanjat tiang bendera.
"Tapi kalau panjat tiang bendera ya baru sekali ini," ucap dia.
4. Sedang Sakit saat Memanjat Tiang Bendera
Johanes Ande Kala (Foto: Istimewa)
Saat tali yang digunakan untuk mengibarkan bendera tersangkut, Joni tengah berada di pos kesehatan karena sakit perut. Namun, ia langsung berlari dan memanjat tiang bendera untuk membenarkan tali tersebut sehingga bendera merah putih bisa berkibar.
ADVERTISEMENT
"Saya sakit perut terus naik ke pos kesehatan. Terdengar bapak wakil bupati bilang siapa yang bisa naik tiang bendera ini. Saya langsung buka sepatu langsung naik tiang bendera," kata Joni saat ditemui di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8).
Joni secara spontan memanjat tiang bendera. Dia mengaku sudah terbiasa memanjat pohon sehingga tidak berpikir panjang saat memanjat bendera agar bendera negara bisa berkibar.
"Saya panjat pohon asam, pinang, pohon pinang," kata Joni.
5. Joni Mendapat Banyak Hadiah Termasuk Bertemu Jokowi dan Evan Dimas
Joni, pemanjat tiang bendera bersama Menpora Imam Nahrawi di Kemepora, Jakarta, Sabtu (18/8/2018). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Saat berbincang dengan Menpora Imam Nahrawi, Joni mengaku sangat menyukai sepak bola. Bahkan, ia mengaku mengidolakan sosok pesepak bola nasional Evan Dimas.
“Rupanya senang sepak bola. Jadi kemarin pas saya telepon di kampung ternyata (suka) sepak bola,” kata Imam di Gedung Kemenpora, Sabtu, (18/8).
ADVERTISEMENT
“Ada (idola), Evan Dimas,” terang Joni.
Mengetahui hal itu, Imam lalu menawarkan kepada Joni untuk menyaksikan Evan Dimas berlaga. Sebab Timnas Indonesia masih akan berlaga melawan Hongkong di babak penyisihan.
“Senin ya, nanti saya ajak. Mau Senin?" tanya Imam.
“Mau (nonton Timnas dan ketemu Evan),” jawab Joni.
Tak hanya bertemu Evan Dimas, Joni juga berkesempatan duduk di bangku VVIP saat pembukaan Asian Games 2018. Ia juga diundang ke Istana untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·