6 Mahasiswa Dilarikan ke Ambulans karena Luka dan Gas Air Mata

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahasiswa salat Magrib di depan gedung DPRD Jabar di depan api yang membara. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa salat Magrib di depan gedung DPRD Jabar di depan api yang membara. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Rusuh di depan gedung DPR pecah. Massa mahasiswa dipukul mundur pasukan Brimob, menjauh dari Senayan, Jakarta.

Namun, ada korban dari pihak mahasiswa. Setidaknya 2 orang terluka di bagian kepala. Salah satunya bernama Zulman.

“Saya terkena lemparan batu, di pelipis, mungkin polisi gerah karena banyak mahasiswa yang manjat-manjat pagar,” kata Zulman di pertigaan Tomang, Jakarta Pusat, Selasa (24/9) petang.

Posisi Zulman saat itu berada di barisan paling depan, ia terkena lemparan batu di pelipis kanannya.

Setelah terjatuh akibat lemparan batu, Zulman digotong oleh rekan-rekannya menuju posko medis di pertigaan Tomang. Ia mendapat perawatan, kepalanya diperban.

collection embed figure

Selain Zulman, ada satu lagi mahasiswa yang terkena bagian pelipis. Mahasiswa ini mengenakan almamater berwarna biru. Saat tengah mendapatkan perawatan medis, tembakan gas air mata kian dekat. Ia akhirnya dimasukkan ke ambulans dan dibawa untuk penanganan intensif.

Sementara itu, ada 4 orang mahasiswa dari berbagai kampus mendapat perawatan bantuan pernapasan. Saat dirawat, mereka juga harus bergegas pindah karena massa yang mundur dan gerak Brimob yang kian dekat.

Mahasiswa lempari anggota Polri dengan batu di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Foto: Fadjar Hadi/kumparan