Aburizal Bakrie Yakin Uang Suap PLTU Tak Mengalir ke Munaslub Golkar

Uang suap proyek PLTU Riau mengalir ke Munaslub Golkar. Pernyataan itu diungkapkan Eni Saragih, politikus Golkar yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Pernyataan Eni ini ditepis para petinggi Golkar, termasuk Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie. Menurut politikus yang akrab disapa Ical ini, tidak mungkin seorang Ketum meminta kadernya untuk membiayai Munaslub Golkar dari hasil suap.
Saat Munaslub itu, yang menjadi pelaksana tugas Ketum adalah Idrus Marham, yang menggantikan Setya Novanto yang sudah ditahan KPK.
“Tidak mungkin ada Ketum Golkar setuju kalau tahu uang untuk kegiatan (Munaslub) Partai Golkar dari hasil suap,” kata Ical sapaan akrab Aburizal melalui pesan singkat kepada kumparan, Jumat (31/8).
Dalam situasi seperti ini, lanjut Ical, seharusnya kader Golkar bisa bersatu. Solid mendukung apa yang menjadi tagline yaitu Golkar bersih.
“Semua kader harus bersatu dalam saat sulit ini,” tuturnya.
Sementara itu, terkait ucapan eks kader senior Partai Golkar Fadel Muhammad menyebut dirinya tidak mendukung Jokowi - Ma'ruf, Ical memilih tak berkomentar.
“Suatu yang tidak perlu dipertanyakan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Golkar,” kata Ical.
Ical enggan menanggapi lebih lanjut terkait kebenaran dari pernyataan Fadel. Dia memilih untuk tidak menjawab pertanyaan mengenai isu Golkar pecah.
“Saya tidak jawab pertanyaan semacam ini,” tutupnya.
