Adu Program: Kartu Prakerja Jokowi Vs Rumah Siap Kerja Sandi

Capres 01 Joko Widodo dan cawapres 02 Sandiaga Uno punya gagasan baru untuk mengatasi permasalahan pengangguran. Jokowi --sebagai petahana--, punya terobosan untuk atasi pengangguran dengan kartu sakti baru: Kartu Prakerja. Sementara Sandi menawarkan ide Rumah Siap Kerja. Apa bedanya?
Kedua program tersebut mereka yakini ampuh mengatasi peliknya masalah pengangguran di Indonesia. Kedua ide kandidat ini sebetulnya relatif sama yaitu membekali keterampilan untuk mereka yang belum bekerja. Meski, belum terlalu detail penjelasan soal bagaimana program ini diterapkan.
Berikut detail Kartu Prakerja milik Jokowi vs Rumah Siap Kerja milik Sandi:
Kartu Prakerja Jokowi
Di setiap kampanye, capres 01 Jokowi mengenalkan 3 kartu sakti baru, salah satunya Kartu Prakerja. Kartu Prakerja ini rencananya mulai diterapkan pada 2020, jika Jokowi bersama cawapres 01 Ma'ruf Amin terpilih di Pilpres 2019.
Kartu tersebut akan diberikan kepada para pencari kerja lulusan SMA, SMK, perguruan tinggi, hingga pekerja yang terkena PHK. Dengan kartu tersebut, Jokowi menjanjikan akan memberikan pelatihan dengan meningkatkan keterampilan para pencari kerja.
Jokowi tak merinci wadah pelatihan yang disiapkan, apakah semacam Balai Latihan Kerja (BLK). Namun yang menuai sorotan, selama menjalani pelatihan, para pencari kerja akan diberi insentif. Namun, pemberian dana tersebut terbatas sekitar 6 bulan.
Penting dicatat, Kartu Prakerja bukan berarti Jokowi menggaji pengangguran, tapi memberikan insentif bagi mereka yang sedang dalam masa pelatihan sebelum bekerja.
"Ada insentif, tapi dalam kurun waktu tertentu. Ini untuk memacu supaya pemegang kartu ini bisa lebih semangat mendapatkan kerja. Bukan berikan gaji pada yang nganggur," kata Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/3).
Jokowi menargetkan, dengan pengaplikasian Kartu Prakerja, pada tahun 2020 ada 2 juta orang akan dipekerjakan. Program ini juga dianggap mempersiapkan kualitas SDM agar dapat bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rumah Siap Kerja Sandi
Cawapres 02 Sandiaga Uno memperkenalkan Rumah Siap Kerja dalam masa kampanye Pilpres 2019. Program tersebut diusung bersama capres 02 Prabowo Subianto sebagai solusi mengatasi pengangguran di Indonesia.
Rumah Siap Kerja ini berbeda dengan OK OCE yang difokuskan untuk menciptakan lapangan kerja untuk mereka yang ingin berwirausaha. Program Rumah Siap Kerja disiapkan untuk mempermudah anak-anak muda mencari pekerjaan, memberikan bimbingan karier, minat, dan bakat. Lalu mempersiapkan mereka jadi sosok yang inovatif, kreatif, dan tangguh menghadapi tantangan dunia kerja.
Targetnya jelas, milenial. Menurut Sandi, Rumah Siap Kerja akan menurunkan angka 2 juta pengangguran usia muda. Apalagi, mayoritas pengangguran di Indonesia saat ini berusia 15-24 tahun.
Rumah Siap Kerja ini rencananya akan didirikan di seluruh kota/kabupaten. Di masa kampanye ini, Rumah Siap Kerja telah diresmikan Sandi di Temanggung, Jawa Tengah; Sleman, Yogyakarta; dan Lumajang, Jawa Timur.
Rumah Siap kerja ini dikonsep menarik untuk milenial, yaitu mengusung tempat yang asik dan kekinian, seperti dilengkapi dengan wifi, tempat olahraga, dan fasilitas lain.
"Di Sleman, Rumah Siap Kerja difasilitasi tempat memanah, tenis meja, dan juga nyaman untuk nongkrong. Konsepnya sangat anak muda. Rumah Siap Kerja juga memberikan peluang yang cukup besar untuk anak muda pencari kerja. Bisa membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja." jelas Sandi di GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu (6/4).
Meski begitu, Sandi belum mendetailkan apakah peserta di Rumah Siap Kerja akan diberikan insentif seperti Kartu Prakerja milik Jokowi.
Bagaimana menurutmu?
