kumparan
3 Apr 2018 10:01 WIB

Aksi Protes Kasta Dalit Tewaskan 9 Orang di India

Protes warga Dalit di India. (Foto: Reuters/Cathal McNaughton)
Aksi protes masyarakat dari kasta Dalit yang dimulai Senin (2/4) di seantero India berlangsung ricuh. Sedikitnya sembilan orang tewas dalam bentrokan antara ribuan warga Dalit dan aparat di beberapa negara bagian.
ADVERTISEMENT
Diberitakan Times of India, Selasa (3/4), sembilan orang tewas dalam aksi di Madhya Pradesh, dua di Uttar Pradesh, dan satu di Rajashtan. Ini adalah aksi Dalit terbesar yang pernah terjadi di negara itu.
Warga Dalit turun ke jalan dan melakukan pembakaran pos-pos polisi dan memblokade rel kereta. Mereka memprotes longgarnya penerapan undang-undang anti-diskriminasi terhadap Dalit, atau yang dikenal dengan nama Undang-undang Pencegahan Kejahatan yang disahkan pada 1949.
Protes warga Dalit di India. (Foto: Reuters/Munish Sharma)
Undang-undang itu menghapuskan praktik diskriminasi terhadap warga Dalit, kasta terendah yang bahkan tidak masuk dalam sistem empat kasta Hindu di India. Namun walau ada UU itu, diskriminasi dan kejahatan terhadap warga Dalit masih marak terjadi di negara itu hingga saat ini.
Puncaknya yang memicu kemarahan adalah keputusan Mahkamah Agung India bulan lalu. MA India menyatakan, setiap penangkapan terduga pelaku kekerasan terhadap warga Dalit harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari aparat dan pejabat setempat. Artinya, pelaku kekerasan terhadap Dalit masih bisa bebas berkeliaran atau bahkan kabur walaupun laporan telah masuk ke kepolisian.
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Narendra Modi mengaku telah meminta MA untuk meninjau kembali keputusan tersebut. Namun belum ada respons atas permintaan itu.
Protes warga Dalit di India. (Foto: Reuters/Amit Dave)
Diskriminasi membuat warga Dalit hidup menderita di India. Mereka kebanyakan hanya bisa melakukan pekerjaan hina, seperti membersihkan tinja atau sampah warga. Kekerasan dan perkosaan kerap dialami oleh warga dengan kasta yang dianggap kotor ini.
Melapor ke polisi juga belum tentu ditanggapi. Hingga akhir 2016, sekitar 90 persen dari sekitar 145 ribu kasus yang menimpa Dalit masih menunggu pengadilan, menurut data pemerintah yang dikutip Reuters.
Kekerasan terjadi di jalanan banyak kota di India dalam aksi protes Dalit ini. Cuplikan berita di televisi memperlihatkan polisi memukuli peserta aksi, terlihat seseorang melepaskan tembakan.
Protes warga Dalit di India. (Foto: Reuters/Amit Dave)
Di Punjab, akibat protes yang membesar, ujian sekolah terpaksa ditunda dan internet dimatikan oleh pemerintah. Di ibu kota New Delhi dan kota industri Ahmedabad, suasana mencekam dengan toko-toko dan jalanan ditutup.
ADVERTISEMENT
"Turun ke jalan dengan jumlah yang banyak, blokir jalanan jika diperlukan, tapi jangan sentuh milik publik," kata Jignesh Mevani, anggota parlemen Dalit dari Gujarat, menyerukan dihentikannya kerusuhan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan