Pencarian populer

Alur Rencana Kivlan Zen Bunuh Wiranto hingga Luhut

Kivlan Zein tiba di Bareskrim, Jakarta. Foto: Jamal Ramdhan/kumparan

Mayjen (purn) Kivlan Zen diduga menjadi dalang rencana pembunuhan 4 tokoh nasional dan 1 pimpinan lembaga survei. Kelima target itu adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, Stafsus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, dan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Selasa (11/6), Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi membeberkan hasil penyelidikan kasus ini. Dia didampingi Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen M Iqbal, Dittipidum Mabes Polri Kombes Daddy Hartadi, dan Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi.

Berikut alurnya:

- Kivlan Zen menerima uang dari politisi PPP Habil Marati sebesar 15 ribu dolar Singapura atau senilai Rp 150 juta rupiah.

- Pada Maret 2019, HK alias Iwan ditelepon Kivlan Zen untuk bertemu di Kelapa Gading bersama seseorang bernama Udin. Kivlan memberikan 15.000 dolar Singapura yang diperoleh dari Habil Marati kepada Iwan untuk membeli 4 pucuk senjata api dengan rincian 2 pucuk senjata laras panjang dan 2 pucuk laras pendek.

- Habil Marati juga memberikan uang sebesar Rp 60 juta langsung kepada HK alias Iwan. Dari Rp 60 juta itu, Rp 10 juta untuk biaya operasional dan Rp 50 juta untuk biaya aksi unjuk rasa.

- Iwan diteror Kivlan karena belum juga memberikan 4 pucuk senjata yang dimaksud.

- Iwan mendapat senjata revolver kaliber 38 dari seorang ibu bernama Asmaizulfi alias Fifi dengan jaminan Rp 50 juta. Fifi adalah istri dari Ketua Yayasan Citra Handadari Utama, Mayjen (purn) Moerwanto Soeprapto. Iwan juga mendapat senjata mayer kaliber 22 dari AP yang diberikan kepada Armin untuk pengamanan pribadi selama pemantauan aksi 21-22 Mei. Armin adalah pengawal, ajudan, sekaligus driver Kivlan Zen.

- Kivlan sempat kembali meminta Iwan mencari senjata lain karena keempat senjata yang didapat dianggap tidak sesuai dengan yang diinginkan Kivlan.

- Pada April 2019, Irfansyah, Yusuf (masih DPO), AZ, dan Kivlan, bertemu di parkiran masjid Pondok Indah. Kivlan memerintahkan Irfansyah dan Yusuf mengintai dan mengobservasi target ke-5 yakni Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. Kivlan menunjukkan foto Yunarto kepada Irfansyah dan Yusuf serta memberi uang operasional sebesar Rp 5 juta.

- Irfansyah dan Yusuf 2 kali melakukan survei di Jalan Cisanggiri3nomor 11 yang merupakan kantor Charta Politika. Foto-foto dan video pemantauan kemudian dikirimkan kepada Kivlan Zen.

- Pada 21 Mei HK alias Iwan memantau aksi di depan gedung Bawaslu dengan membawa revolver kaliber 38 magnum dengan amunisi 1 butir untuk berjaga-jaga jika menemukan massa tandingan dan membahayakan anak buahnya. Karena massa belum ramai, dia kembali ke pangkalan di Jalan Proklamasi nomor 36.

- Iwan ditangkap polisi pada 21 Mei pukul 13.00 WIB.

- Polisi menahan 6 tersangka yakni HK, IR, Fifi, TJ, AD, dan AZ.

- Polisi menangkap Kivlan Zen di Mabes Polri dengan tuduhan:

1. memberi perintah kepada HK alias Iwan dan AZ untuk mencari eksekutor pembunuhan.

2. memberi uang Rp 150 juta kepada HK alias Iwan untuk membeli beberapa pucuk senjata api.

3. memberi TO (target operasi) yang akan dieksekusi untuk dibunuh yaitu 4 tokoh nasional dan 1 pimpinan lembaga survei.

- Polisi menangkap Habil Marati pada Rabu (29/5) di rumahnya dengan tuduhan mendanai pembelian senjata api yang diberikan kepada Kivlan Zen dan memberikan dana operasional kepada HK alias Iwan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32