Amien Rais soal Penyerangan Gereja Bedog: Ada Kekuatan Siluman

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Amien Rais (Foto: Antara/M Agung Rajasa)
zoom-in-whitePerbesar
Amien Rais (Foto: Antara/M Agung Rajasa)

Penyerangan Gereja Santa Lidwina Stasi, Bedog, Sleman, Yogyakarta, menuai keprihatinan publik. Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, menilai kasus ini muncul karena ada upaya untuk memecah belah bangsa.

"Jadi kalau saya melihat ini ada kekuatan siluman," ujar Amien Rais usai acara mengenang AM Fatwa di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (12/2).

Kekuatan siluman ini, lanjut Amien, berupaya mengadu domba agar Indonesia hancur. Namun Amien tak menjelaskan yang dimaksud dengan kekuatan siluman itu.

"Kekuatannya enggak kelihatan sedang merongrong bangsa ini. Nampaknya loh ingin mengadu umat beragama supaya Indonesia ini hancur. Siapa? Tak cari itu," ujar mantan Ketum PP Muhammadiyah itu.

Minggu pagi, (11/2), jemaat yang sedang beribadah di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Sleman diserang oleh pria berparang yang bernama Suliyono. Penyerangan tersebut dilakukan sekitar pukul 07.45 WIB. Akibatnya, 4 orang luka-luka akibat ayunan parang dari pelaku.

Suliyono (22) merupakan warga Krajan RT 02 RW 01 Kandangan, Pesanggrahan, Banyuwangi, Jawa Timur. Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan, Suliyono masih berstatus sebagai mahasiswa. Namun, Yulianto enggan menyebutkan universitas tempat Suliyono menimba ilmu.