Anies Akan Atur Wilayah Operasi Becak: Bukan di Jalan Protokol

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Shelter becak terpadu di sekitar Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Shelter becak terpadu di sekitar Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan revisi Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum untuk memberikan akses becak di Jakarta, masih dalam usulan dan belum dibahas lebih lanjut.

Anies mengatakan, ia akan mengatur keberadaan becak di Jakarta sesuai dengan wilayah yang tepat. Becak akan dioperasikan pada daerah yang dinilai masih membutuhkan becak sebagai alat transportasi.

"Wilayah operasinya ya wilayah yang selama ini ada. Saya akan mengatur sehingga mereka beroperasi di wilayah yang benar, yang tepat, yang sesuai (dengan kebutuhan masyarakat wilayah tersebut). Sehingga Jakarta itu (memberikan) kesempatan untuk semuanya," ujar Anies di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Selasa (9/10).

Menurut Anies, keberadaan becak di Jakarta bukan merupakan hal baru. Selama ini, kata Anies, keberadaan becak di Jakarta selalu mendapatkan tekanan karena tidak memiliki aturan yang pasti.

"Becak ramai dibicarakan bulan Desember tahun lalu, sekarang sudah berjalan 10 bulan tidak dibicarakan. Apa berarti tidak ada becak di Jakarta? Mereka tetap beroperasi setiap hari," tutur mantan Mendikbud itu.

Jangan hanya karena dibicarakan dianggap ada, karena tidak dibicarakan dianggap tidak ada.

"Karena mereka tidak memiliki aturan, mereka menjadi subyek pemerasan. Mereka menjadi subyek segala macam tekanan," imbuhnya.

Anies menjelaskan, revisi Perda Ketertiban Umum bukan berarti becak akan beroperasi di jalan protokol Jakarta.

"Kasihan abang becak ini kalau diframing becak kembali merdeka di Jakarta. Lalu dibayangkan becak kembali di Jalan Thamrin, di Jalan Sudirman. Bukan," tegasnya.

Shelter becak terpadu di sekitar Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Shelter becak terpadu di sekitar Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Anies hanya ingin memberikan kesetaraan kesempatan setiap warga Jakarta untuk bekerja sesuai dengan profesinya. Ia tak ingin becak dinilai sebagai kemunduran dari kemajuan bangsa.

"Berilah kesempatan proporsional di dalam menggambarkan harapan abang becak untuk bisa merasakan kesejahteraan di kota ini. Mereka punya anak, mereka punya istri, mereka punya keluarga, mereka pun ingin punya kepastian pekerjaan sebagaimana profesi-profesi yang lain," paparnya.

"Jangan digilas dengan opini bahwa mereka adalah pengganggu kemajuan dan kemodernan di Jakarta," pungkasnya.