Anies: Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Memakan Anggaran Rp 1 Triliun

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menjawab pertanyaan wartawan setelah upacara di Monas. (Foto:  Moh Fajri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menjawab pertanyaan wartawan setelah upacara di Monas. (Foto: Moh Fajri/kumparan)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencanangkan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Rencananya, proses revitalisasi akan dimulai awal tahun 2019 dengan anggaran Rp 1 triliun. Anies mengungkapkan, proses revitalisasi akan melalui dua aspek yakni insfratruktur dan pembangunan ekosistem seni budaya di Jakarta.

“Insyaallah akan berjalan 2 tahun, dan ini akan memakan biaya Rp 1 triliun, dua tahun prosesnya lalu kita ingin agar bukan hanya direvitalisasi gedungnya tapi tidak kalah penting kita ingin bangun ekosistem seni budaya di Jakarta,” kata Anies di kawasan Stadiun GBK, Jakarta Pusat, Minggu (11/11).

Anies berencana menjadikan TIM sebagai pusat seni budaya di Jakarta yang melahirkan seniman bertaraf internasional.

“Dan TIM adalah salah satu simpulnya. Tapi yang harus jadi ekosistem adalah Jakartanya. Taman, lihat sekarang mulai diaktifkan lagi sepanjang Jalan Sudirman kegiatan musik. Seluruh ekspresi seni kita ingin fasilitasi dan kita ingin tumbuh seniman kelas dunia dari sini,” imbuh Anies.

Taman Ismail Marzuki (Foto: Nurvita Indarini/ kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Taman Ismail Marzuki (Foto: Nurvita Indarini/ kumparan)

Sebelumnya, Anies mencanangkan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat pada peringatan HUT TIM yang ke-50 pada malam ini. Dalam sambutannya, Anies berharap proses revitalisasi TIM dapat segera dilakukan pada tahun depan.

Revitalisasi TIM akan dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan proses pembangunan selama 2 tahun. Pembangunan rencananya dimulai pada tahun 2019 dengan anggaran Rp 1,8 triliun. Dengan rincian tahun pertama Jakpro membutuhkan Rp 501,5 miliar dan tahun kedua sejumlah Rp 1,3 triliun.