Artidjo Alkostar: Banyak Koruptor Cengengesan di TV, Menghina Rakyat

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar. (Foto:  Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Hakim Agung Artidjo Alkostar memang tak kenal ampun terhadap koruptor. Sejak dulu,pria kelahiran Situbondo, Jawa Timur ini, sangat membenci segala tindakan yang berkaitan dengan korupsi.

"Menerima suap itu tidak akan berkah. Siapa pun yang korupsi, itu biasanya banyak mati mengenaskan," kelakarnya, saat berbincang dengan wartawan di Media Center Mahkamah Agung, Jakarta, Jumat (25/5).

Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung tersebut juga merasa koruptor telah menghina rakyat Indonesia. Terlebih, kata dia, meski sudah menjadi terpidana, para koruptor itu tetap bisa tertawa saat disorot kamera.

Itu koruptor cengengesan di televisi dibuat-buat, lambaikan tangan. Ini koruptor seperti apa? Ini menghina rakyat Indonesia

"Itu koruptor cengengesan di televisi dibuat-buat, lambaikan tangan. Ini koruptor seperti apa? Ini menghina rakyat Indonesia. Pada cengengesan, pada lambaikan tangan, itu kan seharusnya dia prihatin dan minta maaf kepada rakyat Indonesia, begitu. Ini di Indonesia terbalik, cengegesan lambaikan anu, lalu seenaknya seperti orang enggak bersalah," tuturnya.

Artidjo juga tak segan membandingkan koruptor di Indonesia dengan negara lain. Untuk itu, Artidjo meminta, sebaiknya deretan koruptor yang sudah dijebloskan ke penjara, segera introspeksi diri.

"Ini yang saya kira perlu mungkin dari budaya juga ya, bangsa kita ini. Kalau orang sebut saja korupsi di Korea atau mana, banyak bersedia bunuh diri. Di kita enggak, malah tambah cengengesan," kata Artidjo.

Sejak 22 Mei, Artidjo pensiun mengabdikan diri di MA. Usianya yang memasuki 70 tahun, mengharuskan ia dipensiunkan dengan terhormat. Artidjo akan resmi pensiun pada 1 Juni 2018.