Asisten Najib Razak Ditahan dalam Penyelidikan Korupsi 1MDB

Aparat Malaysia menahan bekas asisten Najib Razak dalam proses penyelidikan megakorupsi 1MDB. Ini adalah penangkapan pertama sejak kasus ini dibuka kembali oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
Diberitakan Reuters yang mengutip kantor berita Malaysia Bernama, Senin (25/6), penahanan telah mendapatkan perintah dari pengadilan atas permintaan penyidik. Asisten Najib yang tidak disebut namanya itu ditangkap pada Minggu malam (24/6).
Pria 42 tahun itu dilaporkan telah bekerja untuk Najib sejak pemimpin UMNO itu terpilih jadi perdana menteri pada 2009. Penahanannya dilakukan setelah dia memberikan pernyataan di markas Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) di Putrajaya.
Awal bulan ini, jaksa agung baru Malaysia mengatakan tengah mencari kemungkinan gugatan pidana dan perdata dalam kasus 1MDB usai menerima laporan dari MACC.
Tidak hanya Malaysia, penyelidikan atas lembaga investasi negara 1MDB juga diselidiki di lima negara, salah satunya Amerika Serikat. Dana lebih dari USD 4,5 miliar dari 1MDB disebut disalurkan dengan skema yang rumit melalui perusahaan cangkang, sebagiannya berakhir di rekening pribadi Najib.
Menurut penyelidikan di AS, uang korupsi 1MDB digunakan untuk membeli barang mewah, termasuk lukisan Picasso, saham rumah produksi Hollywood, hingga rumah mewah dan yacht.
Sejauh ini Najib membantah telah melakukan penggelapan dana negara.
Kasus yang mengintai Najib tidak hanya 1MDB. Pemerintah Mahathir juga membuat kembali kasus pembunuhan Altantuya Shaariibuu pada 2006 yang diduga melibatkan Najib.
