#BebaskanDandhy Ramaikan Media Sosial

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tagar #BEBASKANDANDHY meramaikan media sosial. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tagar #BEBASKANDANDHY meramaikan media sosial. Foto: Dok. Istimewa

Penangkapan aktivis sekaligus pendiri WatchdoC Documentary, Dandhy Dwi Laksono, ditangkap Polda Metro Jaya pada Kamis (26/9) malam. Berdasarkan pernyataan pengacara, Dandhy ditangkap atas unggahan di Twitter soal Papua.

Langkah polisi menangkap Dandhy menuai respons dari masyarakat di media sosial. #BebaskanDandhy bahkan menjadi trending di Twitter.

X post embed

Salah satu yang menyayangkan penangkapan Dandhy itu adalah politikus PDIP Budiman Sudjatmiko. Padahal Budiman sempat berdebat dengan Dandhy soal referendum Papua.

"Sangat sedikit orang yang cerewet di Twitter yang berani mempertanggungjawabkannya dalam debat. @Dandhy_Laksono adalah salah seorang yang sedikit itu, berdebat tatap muka dengan prinsip (opini-opininya meskipun kerap berbeda dengan saya) & harga diri. Saya menolak penangkapannya," kata Budiman di akun @budimandjatmiko.

X post embed

Dandhy adalah jurnalis yang mendirikan rumah produksi film dokumenter Watchdoc. Beberapa waktu lalu dia sempat merilis film dokumenter Sexy Killers yang mengungkap soal bisnis batubara di Indonesia.

Dandhy Laksono. Foto: Instagram/@dandhy_laksono

Ia juga merupakan aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Dandhy pernah menjadi wartawan di berbagai media, termasuk RCTI. Dandhy kerap menyuarakan kritik untuk pemerintah.

Penangkapan terhadap Dandhy dilakukan polisi pada Kamis (26/9) pukul 23.00 WIB. Ia ditangkap di rumahnya di Pondokgede, Bekasi.

kumparan post embed