Berbagai Isu Liar Calon Menteri Jokowi: Prabowo hingga Putri Tanjung

"Tanya Pak Jokowi."
"Itu hak prerogatif Presiden."
"Hanya Pak Jokowi dan Tuhan yang tahu."
Kata-kata ini makin sering terdengar beberapa hari terakhir khususnya jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin. Jokowi memang sudah menyatakan bahwa ia akan mengumumkan kabinet di hari pelantikan atau sehari setelah dilantik.
Alhasil, berbagai isu mengenai calon menterinya pun menyeruak. Makin dekat pengumuman kabinet, isunya makin liar. Tak ada yang tahu siapa yang pasti menjadi menteri. Kepastian adalah ketidakpastian itu.
Tiga kalimat di awal tulisan ini seakan menjadi jawaban pamungkas Istana atau parpol pengusung Jokowi tiap kali ditanya soal siapa kandidat menteri.
Kasak-kusuk soal beberapa nama juga muncul. Berikut kumparan merangkum berbagai isu liar soal kandidat menteri Jokowi.
Prabowo Subianto
Yang sedang menghangat belakangan adalah nama Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Gerindra masuk koalisi dan dapat jatah menteri memang sudah jadi bahasan sejak Jokowi-Ma'ruf ditetapkan sebagai pemenang pemilu oleh KPU. Nama yang digadang-gadang sebagai calon menteri Gerindra adalah Edhy Prabowo. Hal ini diakui oleh Jubir Prabowo Dahnil Anzar Simanjuntak.
Sejumlah sumber menyebut, di internal Gerindra, muncul opsi agar Prabowo yang menjadi menteri dan menduduki posisi Menteri Pertahanan. Namun, sejumlah sumber di internal koalisi Jokowi menentang permintaan Gerindra ini. Alasannya, posisi Menhan adalah triumvirat, salah satu dari 3 menteri utama. Terlalu riskan menyerahkan posisi menteri di bidang pertahanan keamanan kepada eks kompetitor di Pilpres 2019.
Koalisi Jokowi kabarnya hanya setuju jika Gerindra mendapat posisi Menteri Pertanian. Itu pun, ada beberapa partai lain seperti NasDem yang juga mengincar posisi Mentan.
Soal posisi Menhan, Dahnil Anzar membantah Prabowo menempati posisi itu. Dahnil hanya mengkonfirmasi Edhy Prabowo yang mungkin jadi menteri.
"Pak Prabowo tidak pernah bicara harus menteri apa, yang jelas yang kita tawarkan itu konsepsi," ujar Dahnil di sela rapimnas Gerindra di Hambalang, Rabu (16/10).
"Kandidatnya banyak, yang sudah apa, banyaklah. Nama Bang Edhy Prabowo mungkin, Bang Sandi menolak terkait dengan itu, beliau tetap berada di luar pemerintahan. Bang Fadli juga demikian," lanjut dia.
Putri Tanjung
Jokowi pernah menyebut akan menyertakan menteri milenial atau di bawah 30 tahun di kabinetnya kelak. Nama putri pengusaha Chairul Tanjung, Putri Tanjung, disebut masuk dalam list.
Sejumlah sumber menyebut Putri masuk dalam kriteria calon menteri milenial: muda, punya kemampuan eksekusi, di bawah 30 tahun, ia pun sudah berpengalaman mengelola perusahaan. Perempuan kelahiran 22 September 1996 ini merupakan CEO Creativepreneur Event Creator.
Sumber yang mengetahui proses penggodokan kabinet juga mengatakan kedekatan Chairul Tanjung dengan Wapres terpilih Ma'ruf Amin juga menjadi faktor.
Hasto Wardoyo
Nama yang tak banyak disebut namun masuk radar adalah Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. Kader PDIP ini disebut-sebut menjadi calon menteri kesehatan.
Mantan Bupati Kulon Progo yang berprofesi sebagai dokter ini memang punya rekam jejak yang panjang di bidang kesehatan. Di periode 1995-2011, Hasto merupakan staf dan akhirnya menjadi Kepala Instansi Kesehatan Reproduksi dan Bayi Tabung di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ia pernah menjadi Dosen di Universitas Gadjah Mada pada 2000-2011.
Ketika dikonfirmasi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku tak mengetahui siapa saja calon menteri PDIP. Menurut dia, soal menteri merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. "Itu sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Kami tak bisa mencampuri," ujar Hasto.
Sandiaga Uno
Entah terkait atau tidak, beberapa hari jelang pengumuman kabinet, Sandiaga Uno menyatakan comeback ke Gerindra. Sandi menyebut Gerindra adalah tempatnya meniti karier politik. Sehingga tak ada alasan untuk tak kembali ke rumah.
Nama Sandi pun muncul sebagai salah satu kandidat menteri jika Gerindra jadi bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf. Namun, Jubir Prabowo, Dahnil Anzar Simanjutak, menyebut Sandi menolak menjadi menteri.
"Bang Sandi menolak terkait dengan itu, beliau tetap berada di luar pemerintahan," ujar Dahnil.
Sebelumnya, Sandi pernah menyatakan, secara pribadi, ia lebih memilih berada di luar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin kelak. Menurut dia, akan lebih sehat jika ada pihak yang mengawasi.
"Kita perlu urun rembuk dan saya bersedia untuk memberikan masukan dari luar pemerintahan menyampaikan hal-hal yang seperti pil pahit. Karena kalau sudah di dalam pemerintahan, itu nanti dikhawatirkan semuanya kan 'asal bapak senang'," tegas Sandi di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/10).
Mahendra Siregar
Baru beberapa bulan menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Mahendra Siregar justru masuk radar menjadi salah satu kandidat menteri Jokowi-Ma'ruf Amin. Sejumlah sumber menyebut, Mahendra merupakan kandidat menteri di bidang ekonomi.
Bukan tanpa alasan Mahendra menjadi kandidat menteri bidang ekonomi. Pada November 2009, Mahendra merupakan Wamendag, mendampingi Mari Elka Pangestu. Ia juga pernah menjabat Wamenkeu. Pada 1 Oktober 2013-27 November 2014, Mahendra menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Faktor lain yang membuat Mahendra menjadi salah satu kandidat adalah pengalamannya di bidang diplomasi luar negeri. Selain pernah menjadi Dubes AS, ia pernah menjadi Economic Third Secretary Kedutaan Besar Indonesia di London (1992–1995) dan duta informasi Kedutaan Besar Indonesia di Washington D.C. selama 3 tahun (1998–2001).
Dwi Soetjipto
Nama Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto belakangan santer menjadi kandidat menteri Jokowi-Ma'ruf Amin. Kasak kusuk soal Dwi muncul di internal Kementerian ESDM. Nama Dwi kini menjadi perbincangan sebagai kandidat Menteri ESDM bersama dengan Arcandra Tahar.
Dwi memang bukan orang baru untuk Jokowi. Penunjukan Dwi oleh Jokowi sebagai Kepala SKK Migas tadinya sempat menuai pro dan kontra. Saat ditunjuk Jadi Kepala SKK Migas, Dwi berusia 63 tahun. Padahal menurut Perpres No. 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, batas usia pensiun Kepala SKK Migas adalah 60 tahun.
Namun, Jokowi merevisi Perpres ini dan meneken Perpres No. 36 Tahun 2018. Di perpres tersebut, batas usia pensiun 60 tahun hanya berlaku untuk wakil kepala, sekretaris, pengawas internal dan deputi.
Budi Waseso
Nama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol (Purn) Budi Waseso juga sempat disebut-sebut menjadi kandidat menteri Jokowi. Ketegasan pria yang akrab disapa Buwas ini menjadi alasan namanya masuk radar. Namun, belum ada kepastian di posisi apa Buwas diusulkan menjadi menteri.
Azwar Anas
Saat Kongres PDIP V di Bali Agustus lalu, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat menyebut partai seharusnya mendapatkan jatah menteri terbanyak di kabinet. Sejumlah sumber menyebut, ada beberapa nama kandidat menteri dari PDIP untuk kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.
Mulai dari 'menteri petahana' seperti Pramono Anung atau Yasonna Laoly eks Menkumham yang kini memang sudah menjadi anggota DPR di Senayan. Untuk calon menteri baru, selain Hasto Wardoyo, ada pula nama Bupati Banyuwanyi Azwar Anas yang disebut masuk radar.
Namun, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto lagi-lagi tak mengetahui soal nama Azwar Anas. "Soal menteri seluruhnya prerogatif Presiden," ujar Hasto.
Sekali lagi, belum ada yang tahu pasti susunan final kabinet baru Jokowi. Jokowi masih menutup rapat-rapat formasi kabinetnya dan baru akan diumumkan ke publik usai dirinya dilantik.
