Besek Belum Jadi Pilihan Masjid di Jakarta untuk Wadah Daging Kurban

Imbauan Gubernur DKI Anies Baswedan agar mengganti wadah plastik menjadi besek untuk hewan kurban masih belum diterapkan semua masjid di Jakarta.
Seperti terlihat dari empat masjid di daerah Jakarta Pusat, di Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat yang kumparan datangi, Sabtu (10/8). Masjid-masjid tersebut masih menggunakan plastik sebagai bungkusan daging kurban kali ini.
Menurut Iding selaku Kepala Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, pihaknya masih menggunakan plastik untuk tahun ini, karena wacana penggunaan besek harus direncanakan jauh-jauh hari.
"Untuk tahun ini belum bisa itu, karena kita itu harus dari jauh-jauh hari mempersiapkan ya sementara perolehan itu belum bisa diprediksi secara pasti gitu. Untuk tahun ini belum bisa kita," kata Iding, di Masjid Agung Al-Azhar, Sabtu (10/8).
Ia menambahkan, bahwa ia masih berusaha untuk memakai plastik dari bahan yang tidak berbahaya.
"Diusahakan menggunakan plastik ramah lingkungan," ujarnya.
Pihak dari panitia Masjid Pondok Indah pun juga tetap menggunakan bungkusan dari bahan baku plastik. Bahkan ketua panitia kurban, Fatah, menjelaskan bahwa ia dan panitia lainnya mempunyai penjabaran sendiri mengenai bungkusan daging ini.
"Kami punya analisa sendiri, karena besek itu satu sisi pure ramah lingkungan karena dari kayu atau bambu, tapi dari sisi teknis misalnya, itukan besek nanti diikat pake rafia, nah rafia kan dari plastik, malah ada yang berpikir nanti besek itu nanti dikantongi pake plastik lagi," tutur Fatah, di Masjid Pondok Indah.
"Tanpa mengurangi semangat pak Gubernur untuk menghimbau, saya kira esensinya kita udah tangkap. Kita menggunakan plastik ramah lingkungan yang kalau sudah lima tahun akan hancur itu yang istilahnya go green itu dan sudah banyak beredar di internet, tanpa mengabaikan besek itu penting," sambungnya.
Ketua Remaja Islam Masjid Cut Meutia, Husein, mengkonfirmasi terpisah jika mereka akan menggunakan plastik sebagai alat bungkusan dating.
"Kita pakai plastik ramah lingkungan," Kata Husein, Jakarta Pusat.
Di lain pihak, panitia masjid Al-Balagh, Pos Pengumben, Jakarta Barat, mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih akan mendiskusikan pemakaian besek sebagai tempat menaruh hasil penyembelihan.
"Belum tau juga sih sebenarnya pake plastik atau besek. Kemarin di rapat ada yang bilang mau pake besek, ada yang plastik, belum beli juga karena masih dirapatkan, masih fifty-fifty sih," kata Toni, panitia kurban, Masjid Al-Balagh.
Sebelumnya, Gubernur Anies menginstruksikan agar masjid-masjid bisa mengganti plastik menjadi besek sebagai wadah untuk menaruh hasil kurban.
Reporter: Abyan Faisal Putratama
