kumparan
14 Mar 2019 13:24 WIB

Blusukan ke Kampung Ulujami, AHY Janji Hadirkan Kembali Program SBY

Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berfoto bersama dalam kunjungannya di Kampung Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta, Kamis (14/3). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggencarkan kampanye untuk Demokrat dalam satu bulan jelang pencoblosan 17 April. Setelah sebelumnya mengunjungi Pasar Cipulir, AHY kini menemui warga Kampung Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
Ratusan warga nampak antusias menyambut putra sulung presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Dalam kesempatan itu, AHY menyampaikan akan mengembalikan kemakmuran seperti era kepemimpinan SBY.
"Alangkah baiknya jika kita punya pemerintahan di pemerintahan nasional, kemudian didukung, disupport penuh kehadiran Demokrat di parlemen yang kuat," ujar AHY di lokasi, Kamis (14/3).
"Maka insyaallah segala kebijakan dan program-program pro rakyat yang pernah hadir dulu di zaman SBY bisa kita kembalikan lagi," lanjut dia.
Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berfoto bersama warga dalam kunjungannya di Kampung Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta, Kamis (14/3). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
AHY menegaskan sikap partainya yang berkomitmen mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Namun, ia juga fokus memperjuangan memenangkan Partai Demokrat agar lolos ke parlemen.
"Kami Partai Demokrat tetap pada komitmen kami untuk mengusung perubahan. Dalam pilpres kami mengusung koalisi Prabowo-Sandi, tetapi ingat bahwa Demokrat harus tetap bisa membesarkan partai ini. Jangan sampai kita tidak eksis di Senayan, tidak eksis di parlemen nanti," ungkap dia.
ADVERTISEMENT
Kepada warga, AHY juga menyampaikan beberapa poin yang akan menjadi prioritas partainya jika berhasil masuk ke dalam pemerintahan. Mulai dari menyelesaikan permasalahan ekonomi yang menurunkan kesejahteraan masyarakat, hingga keadilan hukum yang semakin menumpul ke bawah.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan