BMKG: Air Laut Naik di Anyer Bukan Tsunami

BMKG merespons kabar adanya tsunami yang menerjang kawasan Pantai Anyer, Banten, pada Sabtu (22/12) malam.
Menurut catatan BMKG, belum ada aktivitas seismik yang menyebabkan tsunami di pantai tersebut. BMKG meluruskan, apa yang terjadi di pantai Anyer adalah fenomena alam berupa gelombang air laut pasang.
"BMKG tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang," tulis BMKG melalui akun Twitternya, @infoBMKG.
BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan panik.
Terlebih malam ini ada fenomena bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi

Sebelumnya, sekitar pukul 21.15 WIB, tiba-tiba air laut di kawasan Pantai Anyer naik. sejumlah hotel roboh, masyarakat yang berada di sekitar lokasi langsung melarikan diri ke tempat tinggi.
Pantauan kumparan, Hotel Salsa Beach di kawasan Pantai Karang bolong porak poranda. Air laut masuk ke dalam hotel. Jarak antara permukaan tanah di hotel dengan air laut sekitar 2 meter.
Gerakan air yang naik ke permukaan dengan cepat dan kecepatan tinggi membuat mobil-mobil pengunjung yang terparkir terombang-ambing dan teseret air laut. Mobil-mobil pun rusak karena terbawa air dan menabrak tembok dan pohon.
Tak hanya itu, atap hotel Salsa Beach roboh. Jendela-jendela jatuh dan kaca pecah.

Berikut konferensi pers dari BMKG mengenai tsunami di Banten dan Lampung.
