BNPB: Hoaks, Kisah Video Evakuasi Ibu-anak 2 Minggu Tertimbun Lumpur

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi evakuasi di Perumnas Balaroa (Foto: Dok. dompet dhuafa)
zoom-in-whitePerbesar
Situasi evakuasi di Perumnas Balaroa (Foto: Dok. dompet dhuafa)

Media sosial dihebohkan dengan video ibu dan anak yang disebut-sebut selamat setelah 2 pekan tertimbun material gempa Palu. Dalam video itu, digambarkan seorang ibu dan anak yang masih berlumuran lumpur dievakuasi dalam keadaan hidup.

Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memastikan, video yang beredar itu tidak benar alias hoaks. Aksi penyelamatan memang benar terjadi, tapi kondisi hidup setelah 2 pekan tertimbun longsor itulah yang tidak benar.

"Tidak benar video yang mengabarkan "Korban Palu, Sudah 2 Minggu Terkubur Lumpur Masih Selamat" https://youtu.be/Sos1xwla_w8," kata Sutopo dalam akun twitter @Sutopo_PN, Jumat (19/10).

X post embed

Sutopo menjelaskan, evakuasi yang ada di dalam video itu terjadi di Jono Oge, Desa Langaleso, Sigi, Sulawesi Tengah. Evakuasi yang dilakukan petugas dalam video itu bukanlah 2 pekan setelah bencana terjadi, tapi malam hari setelah gempa mengguncang atau Jumat (18/9).

"Video tersebut diambil relawan yang menyelamatkan Ibu dan bayinya yang terseret likuifaksi di Jono Oge di Desa Langaleso pada 28/9/2018 malam setelah kejadian," imbuh dia.

Sementara, BNPB mencatat ada 2.103 korban tewas akibat bencana Sulawesi Tengah. Saat ini, proses rekonstruksi dan rehabilitasi terus dilakukan pemerintah untuk memulihkan kondisi Palu, Donggala, dan sekitarnya setelah diguncang gempa dan diterjang tsunami.