Buntut Serangan ke Kilang Aramco, AS Kirim Tentara ke Timur Tengah

kumparanNEWSverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Tentara AS Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tentara AS Foto: Reuters

Amerika Serikat akan mengirim tentara ke Timur Tengah. Pengiriman tersebut dilakukan menyusul serangan di kilang minyak milik BUMN Arab Saudi, Aramco pekan lalu.

Menurut Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper pengiriman bukan kemauan AS. Namun adalah permintaan khusus dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Merespons permintaan Kerajaan (Saudi dan UEA), Presiden (AS) sudah setuju mengirimkan pasukan AS, yang akan memiliki sifat defensif dan tugas utamanya dalam pertahanan udara dan rudal," sebut Esper seperti dikutip dari AFP, Sabtu (21/9).

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Militer AS, Joe Dunford, menegaskan pengiriman tentara bersifat moderat. Artinya, tentara yang dikirim tak akan mencapai ribuan.

Gambar satelit menunjukkan serangan drone yang jelas pada fasilitas minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi 14 September 2019. Foto: REUTERS / STR

Serangan di kilang minyak di Abqaiq awalnya diklaim oleh pemberontak Yaman, Houthi. Namun, AS yang merupakan sekutu dekat menuduh serangan dilakukan oleh Iran.

Beberapa hari lalu, Saudi memperlihatkan puing bekas drone dan rudal diduga milik Iran.

AS pada Jumat (20/9) lalu juga mempersiapkan untuk menjatuhkan sanksi baru ke Iran. Sanksi dilakukan karena Iran diduga mendukung terorisme.

Menanggapi tuduhan dari AS dan Saudi, Iran menyatakan tudingan itu palsu dan dirancang untuk merusak reputasi negaranya di mata dunia.