Canda Terakhir Idha Susanti Sebelum Naik Lion Air JT-610

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Idha Susanti, korban pesawat Lion Air JT-610 dan suaminya. (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Idha Susanti, korban pesawat Lion Air JT-610 dan suaminya. (Foto: Istimewa)

Idha Susanti, dosen MIPA dan Biologi di Universitas Bangka Belitung, menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-160 di perairan Ujung Karawang, Jawa Barat.

Tayib, suami Idha, tak menyangka bahwa Senin (29/10), merupakan hari terakhir ia bertemu sang istri.

“Kami baru menikah 10 bulan. Enggak nyangka, berat, namanya juga ditinggal sama orang yang kita sukai, kita cintai,” kata Tayeb kepada kumparan di kediamannya kawasan Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (30/10).

Chat terakhir Idha Susanti, korban pesawat Lion Air JT-610 ke suaminya. (Foto: Irish Tamzil/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Chat terakhir Idha Susanti, korban pesawat Lion Air JT-610 ke suaminya. (Foto: Irish Tamzil/kumparan)

Tak ada hal aneh yang dilakukan sang istri sebelum kepergiannya. Hanya saja, Tayib sempat mengingat candaan Idha, yang menurutnya merupakan sebuah pertanda bahwa mereka akan berpisah untuk selamanya.

“Saya ingat, dia bercanda, “Abang kuat enggak kalau enggak ada kabar dari adek seharian?" ya saya jawab enggak kuat. Terus dia rapih-rapiin kamar sebelum berangkat,” jelasnya.

Suasana rumah duka Idha Susanti, korban pesawat Lion Air JT-610. (Foto: Irish Tamzil/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rumah duka Idha Susanti, korban pesawat Lion Air JT-610. (Foto: Irish Tamzil/kumparan)

Selain itu, mereka baru saja membangun rumah di Bangka Belitung. Saat menempati rumah itu berdua, Idha pun sempat melontarkan candaan untuk suaminya.

“Katanya, 'Abang berani emang tinggal di sini sendirian? Ya enggak berani, gitu aja bercanda kayak ABG,” ucap Tayib pelan.

Tim Basarnas menemukan KTP dan SIM C milik Idha Susanti, penumpang pesawat Lion Air JT-610. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tim Basarnas menemukan KTP dan SIM C milik Idha Susanti, penumpang pesawat Lion Air JT-610. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Awalnya Tayib tak tahu mengenai kecelakaan pesawat Lion Air yang ditumpangi istrinya. Namun ia mulai curiga beberapa saat kemudian saat Idha tak memberikan kabar di waktu wanita itu seharusnya sudah mendarat.

Tak lama kemudian, orang tua Idha mulai menghubunginya. Saat itu lah Tayib mendapat kabar, pesawat Lion Air yang jatuh sesuai dengan nomor penerbangan istrinya. Kini, Tayib dan anggota keluarga pasrah menunggu kabar dari pihak kepolisian tentang kondisi sang istri.

Pesawat Lion Air JT-610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Karawang, Jawa Barat, 13 menit setelah lepas landas. Pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 ini diketahui baru beroperasi sekitar 2 bulan.

Hingga kini, sebanyak 26 kantong jenazah berisi puing dan korban tewas telah dibawa dari perairan Ujung Karawang menuju JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Untuk bagian tubuh korban yang telah ditemukan, sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diidentifikasi. Pihak keluarga korban juga telah menyerahkan sejumlah data antemortem dan sampe DNA untuk keperluan identifikasi korban.

video youtube embed