Cegah Kecelakaan di Cipularang Km 90, Jasa Marga Awasi Truk

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kendaraan melintas saat pemberlakuan "Contra Flow" di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.  Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan melintas saat pemberlakuan "Contra Flow" di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Belum juga genap sebulan, kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Tol Cipularang tepatnya di sekitar kilometer 90-92 pada Selasa (10/9). Kecelakaan itu melibatkan beberapa unit kendaraan dan disebabkan satu truk yang diduga mengalami rem blong. Beruntung, tidak ada korban tewas dalam peristiwa tersebut.

Kecelakaan itu kemudian menjadi bahan evaluasi serius bagi PT Jasa Marga, selaku operator jalan Tol Cipularang. General Manager PT. Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Dwi Winarsa memastikan, telah melakukan kajian yang dipandang dari berbagai sisi untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang terjadi di rentang kilometer tersebut.

Menurut Dwi, sisi pertama ialah terkait dengan geometrik jalan yang dianggap oleh masyarakat terlalu menurun. Namun, dia mengatakan, semua jalan tol yang dilintasi oleh kendaraan dipastikan telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.

Dwi menambahkan, sejak tahun 2019 telah terjadi empat kali kecelakaan di titik kilometer tersebut. Adapun lakalantas yang menimbulkan korban jiwa terjadi beberapa pekan lalu dengan tersangka dua sopir truk karena membawa muatan berlebih.

"Jadi kelandaiannya, turunannya, belokannya sudah sesuai karena kalau tidak sesuai itu pasti tidak boleh beroperasi," kata dia ketika dikonfirmasi, Rabu (11/9).

Sementara itu, dari sisi rambu lalu lintas, Dwi memastikan di jalur tersebut, rambu yang disediakan oleh petugas terbilang lengkap. Adapun dari hasil rapat dengan berbagai pihak, dia mengatakan, yang kini menjadi perhatian ialah dari sisi aturan kendaraan dan manusia yang mengemudikan kendaraan.

Dwi menyebut, dari operasi yang sering dilakukan 70 persen kendaraan melanggar aturan mengenai muatan. Selain itu, manusia yang mengemudikan kendaraan terkadang melaju melebihi kecepatan yang ditentukan atau menetralkan kendaraan kontur jalan yang menurun.

"Dari sisi manusianya terkadang perilaku di turunan dia menggunakan gigi tinggi atau netralkan gigi itu kadang menjadi penyebab juga," ujar dia.

Oleh sebab itu, Dwi mengatakan, pihaknya akan melakukan tindak lanjut untuk mencegah lakalantas di Tol Cipularang dengan memasang tiga rambu tambahan berupa warning light, penerangan jalan umum, penyiapan jalur darurat.

Lebih lanjut, Dwi menegaskan, akan mengintensifkan penindakan kendaraan yang membawa muatan berlebih setiap hari di kilometer 120 yang terletak di Padalarang Barat. Selain itu, akan dipasang pula alat deteksi kendaraan kelebihan muatan

"Kemudian yang kita intensifkan lagi operasi odol (overload dan overdimensi) yang semula per bulan, sekarang per hari di Padalarang Barat kilometer 120. Kemudian di akhir tahun kita pasang alat yang bisa deteksi kendaraan yang overload yang melintas secara langsung itu dipasang di jalur di bawah jembatan," ungkap dia.

Dengan demikian, Dwi mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan batas kecepatan ketika melintasi jalan tol. Meski jalan tol medan yang nyaman, aturan batas kecepatan mesti dipatuhi untuk meminimalisir risiko. Selain itu, kendaraan pun diimbau untuk memperhatikan muatan yang dibawanya.

"Imbauan yang paling bisa sampaikan jangan melampaui batas kecepatan. Jalan tol memang nyaman tapi jalan tol itu didesain dengan kecepatan tertentu jangan sampai dengan kecepatan itu masyarakat bebas melaju dengan kecepatan yang dikehendaki. Ketika batas kecepatan dilampaui, maka secara keselamatan menjadi berisiko disitu. Kalau mobil kecil kan biasanya melaju dengan kecepatan tinggi," ucap dia.

"Kalau yang kendaraan besar jangan overload atau melampaui beban karena secara teknis konstruksi jalan tol itu didesain dengan beban tertentu. Pengendalian kendaraan juga kalau overload jadi lebih susah," ujar dia.

kumparan post embed