Cerita Kedekatan Prabowo dan Anies

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo memberikan selamat kepada Anies Baswedan (Foto: Antara/Wahyu Putro A)
zoom-in-whitePerbesar
Prabowo memberikan selamat kepada Anies Baswedan (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Kedekatan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Anies Baswedan tak melulu ibarat "promotor" dan calon yang diusung di Pilkada DKI Jakarta lalu. Terlepas dari rekam jejak Anies yang membuat Prabowo meliriknya sebagai tokoh potensial di panggung politik nasional, ada faktor lain yang membuat mantan Danjen Kopassus itu memberikan kepercayaan kepada Anies.

Anies bercerita, sesaat sebelum mendaftar ke KPU DKI Jakarta sebagai calon gubernur, Prabowo memanggilnya untuk berbicara serius. Rupanya, di momen tersebut, Prabowo membeberkan alasan mengapa Anies diusung sebagai calon gubernur.

"Pak Prabowo menyampaikan begini. 'Pak Anies, saya akan mencalonkan Anda menjadi calon gubernur. Ini tugas besar,' kira-kira begitu," ujar Anies di kediamannya, Lebak Bulus Dalam, Jakarta Selatan, Sabtu (28/7).

"Saya bukan hanya lihat Anda. Saya lihat adalah kakek Anda dan kakek saya. Kakek Anda dan kakek saya sama-sama bekerja mendirikan Indonesia. Dan hari ini, cucunya, saya dan Anda, harus kerja sama untuk menyelamatkan Indonesia. Ini bukan sekadar Anda dan saya. Kita meneruskan apa yang dikerjakan orang tua-orang tua kita,"

Anies Baswedan (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Ternyata, kakek Anies dan Prabowo sama-sama berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Kakek Anies, AR Baswedan, dan kakek Prabowo, Margono Djojohadikusumo, sama-sama anggota BPUPKI.

"Almarhum kakek dan almarhum Pak Margono, ternyata mereka berteman, bersahabat, sama-sama di BPUPKI," ujarnya.

Anies bercerita, dulu, saat kakeknya yang berdomisili di Yogyakarta, ke Jakarta, pasti menemui Margono yang memang tinggal di Ibu Kota.

"Saya dengar dari orang yang suka mengantarkan, bahwa mereka sering berjumpa, dekat sekali. Kalau kakek saya ke Jakarta pasti ketemu," ujarnya.

Karena faktor ini pulalah, Anies menaruh hormat kepada Prabowo. Menurut dia, kedekatan yang terjalin dengan Prabowo bukan hanya soal perhitungan politis.

Anies menjadi imam salat Prabowo dan Sandiaga Uno. (Foto: Instagram @rizky_irmansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Anies menjadi imam salat Prabowo dan Sandiaga Uno. (Foto: Instagram @rizky_irmansyah)

Ia menjamin, tidak akan mengkhianati Prabowo meski namanya digaungkan menjadi kandidat capres di Pilpres 2019. Bagi Anies, ada faktor kedekatan dengan Prabowo yang membuatnya tak bisa menjadi pihak yang berseberangan dengan Prabowo yang memang sudah diusung Gerindra di Pilpres 2019.

"Dan kalau ada yang mendorong apa pun, maka saya akan sampaikan, bicaralah pada Pak Prabowo, bicara dengan Pak Salim (Salim Segaf Al Jufri). Sampaikan kepada mereka," kata Anies.

"Dan saya tidak ingin menjadi orang yang dicatat, yang nanti anak saya dan anak-anak saya, akan ingat, saya tidak mau menjadi orang yang mengkhianati, menikam, pada orang yang dulu sudah bekerja membantu dan berjuang bersama," tutup Anies.

Sandiaga, Anies, dan Prabowo (Foto: REUTERS/Beawiharta)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga, Anies, dan Prabowo (Foto: REUTERS/Beawiharta)