Curhat Pedagang Pasar Beringharjo ke Sandi: Daya Beli Menurun

Sejumlah pedagang Pasar Beringharjo Yogyakarta curhat kepada bakal cawapres sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sandiaga Uno, Kamis (30/8). Mayoritas pedagang berharap agar kesejahteraannya diperhatikan.
"Kesehatan dan pendidikan serta pelayanan kesejahteraan masyarakat mohon dipikirkan. Pimpinan dan pedagang selalu harmonis," ujar Subaniat, salah seorang pedagang setempat.
Selain Subaniat, Syahirman selaku Ketua DPD APPSI Kota Yogyakarta mengatakan beberapa tahun terakhir ini daya beli masyarakat menurun. Padahal, selama ini harga kebutuhan pokok stabil.
"Pembeli menurun saat ini. Beberapa bulan hampir tahunan menurun. Kalau lihat saya perhatikan memang daya beli masyarakat menurun. Contoh beli lele dulu (masyarakat) beli satu kilo, sekarang ada yang beli seperempat itu kan dua (ekor), cuma untuk anaknya saja. Sepi bukan karena mahal tapi daya beli menurun," keluhnya.

Syahirman pun berharap agar Sandi selaku Ketua Umum APPSI bisa memikirkan kesejahteraan pedagang. Ia juga menegaskan bahwa pasar tradisional merupakan ekonomi rakyat.
"Pasar tradisional adalah soko guru dari ekonomi rakyat maka harus dilestarikan. Sudah terbukti bahwa pasar tradisional sangat membantu ekonomi rakyat," ujar sosok yang telah menjadi pedagang sejak 1985.
Sementara itu, Sandi menjelaskan pihaknya akan menyampaikan aspirasi pedagang ke pemerintah. Ia juga menegaskan bahwa 70 persen masyarakat Indonesia masih mengandalkan suplai dari pasar.
"Menangkap aspirasi (pedagang), saya inginnya pasar tradisional bisa menjadi prioritas kerja sama. Saya lihat sudah lumayan bagus. Saya Ketua APPSI nasional. APPSI DIY Ibu Mangkubungi nanti akan saya laporkan ke Ibu Mangkubumi. 70 persen masyarakat suplainya dari pasar, jadi kalau pengelolaan baik insyaalah pembelinya ramai lagi," tegasnya.
Di satu sisi, Sandi mengapresiasi koperasi pasar Beringharjo yang mampu eksis dengan anggota 600 pedagang lebih dengan dana mencapai Rp1 M.
