Pencarian populer

Dalih Liburan ke Singapura untuk Jadi TKI Ilegal Bukan Modus Baru

Kaca gedung Direktorat Jendral Imigrasi. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Ditjen Keimigrasian Kemenkumham mengungkap bahwa modus TKI ilegal dengan mengaku berlibur ke Singapura bukanlah barang baru. Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Agung Sampurno menyebut apa yang dilakukan Rima Rosmayanti sudah lazim ditemui oleh petugas imigrasi bandara.

"Modus seperti ini memang banyak terjadi. Bandung itu salah satu spot TKI di Indonesia. Yang baru dipulangkan itu ada 118 orang dari Arab Saudi," kata Agung saat dihubungi kumparan, Rabu (8/8).

Rima hendak berangkat ke Singapura melalui Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada Selasa (7/8) pukul 16.05 WIB. Lantaran dianggap mencurigakan, petugas imigrasi akhirnya mencecar Rima dengan sejumlah pertanyaan.

Agung Sampurno, Kabag Humas Imigrasi (Foto: Nesia Qurrota/kumparan)

Dalam interograsi yang dilakukan petugas imigrasi, diketahui bahwa Rima hendak bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, usai tiba di Singapura. Namun saat dimintai sejumlah dokumen pemberangkatan TKI yang sah, Rima tak mampu menunjukkanya.

"Yang bersangkutan itu kelabakan sendiri enggak bisa jawab. Sampai akhirnya mengaku. Sampai nangis-nangis dia minta diberangkatkan," tambahnya.

Agung menambahkan, warga Indonesia yang hendak menjadi TKI ilegal saat ini memang sudah semakin pintar. Menurutnya, banyak TKI ilegal yang mengelabui petugas dengan menunjukkan tiket pesawat pulang dan pergi. Hal itu pula yang sempat dilakukan Rima untuk mengelabui petugas.

"Kalau soal tiket pulang pergi kan sekarang bisa dibikin, bisa di-booking. Kita booking tiket pulang pergi, terus pulangnya ditunda kan bisa. Itu modus-modus banyaklah," kata dia.

Sebelumnya, seorang warganet bernama Borrys Hasian mengungkap bahwa keponakannya, Rima, gagal berlibur ke Singapura karena ulah petugas imigrasi. Dalam penuturannya di media sosial Facebook, Borrys kecewa dengan petugas yang membatalkan keberangkatan Rima lantaran menuduhnya sebagai TKI.

Borrys juga membeberkan bahwa keponakannya itu diancam sedemikian rupa oleh petugas. Namun, semua pernyataan Borrys itu telah dibantah oleh Ditjen Keimigrasian. Pihak imigrasi menyebut memiliki sejumlah bukti dan meminta tudingan Borrys untuk dibuktikan di pengadilan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63