Data Survei 2014: Jokowi Tetap Menang Meski Elektabilitas di Bawah 50%

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan) di Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi (kiri) dan Prabowo (kanan) di Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Survei Litbang Kompas yang dirilis hari ini, menunjukkan elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin belum aman karena di bawah 50 persen. Pasangan 01 itu bahkan turun dari 52,6% (Oktober 2018), menjadi 49,2% (Maret 2019). Sebaliknya, elektabilitas Prabowo-Sandi naik dari 32,7% menjadi 37,4% pada periode yang sama.

Selain angka itu, survei ini juga menggunakan metode ekstrapolasi, yaitu mengasumsikan tidak ada undicided voters alias memilih langsung dua kandidat atau mengasumsikan hasil akhir Pilpres. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf 56,8 persen, Prabowo-Sandi 43,2 persen.

Masing-masing timses 01 dan 02 kemudian meyakini kandidatnya yang akan unggul dalam survei. Terutama 02 yang menilai elektabilitas di bawah 50% bisa dikejar meski selisihnya 11,8 persen dan tinggal sebulan lagi.

Selain Kompas, lembaga yang merilis elektabilitas Jokowi di bawah 50 persen adalah PolMark, Puskaptis, dan Median.

Infografik survei Pilpres 2019. Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan

Lalu bagaimana potret survei jelang Pilpres 2014?

Pilpres tahun 2014 digelar pada 9 Juli 2014. Hasil resmi penghitungan akhir KPU saat itu, menunjukkan Jokowi-JK mendapat 53,15 persen, Prabowo-Hatta 46,85%. Selisih keduanya 6,3 persen.

kumparan merangkum beberapa survei yang digelar sekitar satu bulan jelang pemungutan suara Pilpres 2014. Berikut hasilnya:

Lipsus “Markas Prabowo di Tanah Jokowi” Foto: kumparan

LSI Denny JA (Jokowi-JK 45 persen)

LSI Denny JA merilis survei tanggal 1-9 Juni 2014 di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan 2.400 responden yang diwawancarai tatap muka. Margin of error +/- 2 persen. Hasilnya, elektabilitas Prabowo-Hatta 38,7 persen, Jokowi-JK 45 persen.

Indobarometer (Jokowi-JK 46 persen)

Survei Indobarometer digelar pada 16-22 Juni 2014 di 33 provinsi di seluruh Indonesia, dengan responden 1.200 orang dan margin of error sebesar ± 3,0%. Hasilnya, Prabowo-Hatta 42,6% dan Jokowi-JK 46%, rahasia/belum memutuskan 11,3%.

Melihat perbandingan hasil survei 28 Mei-4 Juni 2014 (sebelum kampanye) dan 16-22 Juni 2014 (masa kampanye) terlihat pergeseran suara yang signifikan di mana suara Prabowo-Hatta naik sekitar 6% dan suara Jokowi-JK turun sekitar 4%.

SMRC (Jokowi-JK 47,6 persen)

SMRC menggelar survei tanggal 30 Juni-3 Juli 2014 dengan 1.997 responden di seluruh provinsi. Margin of error survei +/- 2,2%. Hasilnya, Prabowo-Hatta 44,9 persen, Joko Widodo-JK 47,6 persen.

Charta Politika (Jokowi-JK 49,2 persen)

Data survei Charta Politika diambil pada 3-6 Juli 2014, melibatkan 1.200 responden di seluruh provinsi. Margin of error +/- 2,83 persen. Hasilnya, Jokowi-JK 49,2 persen, sedangkan pasangan Prabowo-Hatta 45,1 persen.

Litbang Kompas (Jokowi-JK 42,3 persen)

Data Litbang Kompas diambil pada kurun waktu 1-15 Juni 2014 di 34 provinsi di Indonesia melibatkan 1.950 responden. Margin of error 2,2 persen.

Hasil survei menunjukkan, Jokowi-JK 42,3 persen, Prabowo-Hatta 35,3 persen.

Data beberapa survei tahun 2014 di atas menunjukkan Jokowi-JK sekitar sebulan jelang pemungutan suara, angkanya di bawah 50 persen. Namun, hasil akhir ternyata Jokowi tetap menang dengan selisih 6,3%.

Bagaimana dengan Pilpres 2019 yang tinggal sebulan lagi? Tunggu saja.