Demo Kembali Terjadi, WNI di Hong Kong Diimbau Tidak Posting di Medsos

Demo besar berujung kerusuhan terjadi di Hong Kong awal pekan ini. WNI yang bekerja di Hong Kong diminta tetap waspada dan menahan diri terutama di media sosial (medsos).
Acting Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Mandala S. Purba menyebut pihaknya telah berulang kali mengeluarkan imbauan kepada WNI terkait kondisi wilayah itu. Imbauan terakhir dikeluarkan pada 30 Juni 2019.
"KJRI mengimbau agar WNI berhati-hati, waspada, tetap tenang, dan menghindari wilayah pusat demonstrasi, yaitu Admiralty dan Central," kata Mandala kepada kumparan.
"Selain itu juga mengimbau agar WNI menahan diri untuk posting di socmed dan membuat kegaduhan terkait demonstrasi," sambung dia.
Mandala mengatakan, pada Senin (1/7) demo hanya terpusat di beberapa titik seperti di wilayah Admiralty.
"Sementara di luar kawasan itu, aktivitas berlangsung normal dan aman. Kegiatan ekonomi juga berlangsung seperti biasa," katanya.
"Hanya saja di hari ini gedung parlemen dan gedung pemerintahan tutup," jelas Mandala.
Kondisi di Hong Kong sejak 1 Juli 2019 kembali memanas. Ribuan demonstran turun ke jalan menyerukan agar Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengundurkan diri.
Tak cuma berunjuk rasa, massa sempat menguasai gedung parlemen dan mencoret serta memasang bendera British Hong Kong di gedung tersebut.
