Demokrat soal Ketua MPR: Masih Menimbang antara Bamsoet, Muzani, Fadel

Partai Demokrat mengutus wakil ketua umumnya, Syarief Hasan untuk mengisi kursi pimpinan MPR. Ketua Fraksi Demokrat MPR, Benny K Harman, mengatakan keputusan itu diambil karena Syarief adalah pendiri partai dan sudah empat periode menjadi anggota dewan.
"Pertama beliau pendiri Partai Demokrat, sudah 4 periode di DPR. Pernah juga duduk di kabinet Indonesia Bersatu sehingga kami yakin sekali beliau mampu memperjuangkan aspirasi dan kepentingan seluruh rakyat Indonesia," kata Benny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10).
Namun, hingga saat ini Demokrat belum bersikap mengenai siapa kandidat ketua MPR yang akan mereka dukung. Benny mengatakan, Demokrat masih menimbang di antara nama-nama yang beredar, yaitu Ahmad Muzani dari Gerindra, Bambang Soesatyo dari Golkar, dan Fadel Muhammad dari DPD.
"Ada calon-calon tadi. DPD mengajukan nama, kemudian Gerindra mengajukan nama, kemudian Golkar juga mengajukan nama. Ya nanti kita lihat, kami masih menimbang-nimbang," ujar Benny.
Benny mengungkapkan sejumlah syarat yang mutlak dipenuhi oleh seorang kandidat untuk menjadi Ketua MPR. Pertama, harus memiliki jiwa dan raganya untuk Pancasila. Kedua, menjaga kesatuan NKRI. Ketiga, menjaga UUD 1945. Keempat, pro terhadap Bhineka Tunggal Ika.
"Itu aja tadi syaratnya. Ya syarat yang fundamental, ya. Tentu juga syarat yang berikutnya harus pro pemberantasan korupsi. Itu saja, kamu tambah itu. Karena untuk Indonesia," ucap mantan pimpinan Komisi III DPR itu.
Menurut Benny, fraksi MPR dan DPD akan kembali menggelar rapat bersama untuk musyawarah mufakat menentukan ketua MPR.
"Nanti jam 2 musyawarah mufakat untuk menentukan (ketua MPR). Lokasinya tempat yang sama. Ya mudah-mudahan malam bisa langsung pelantikan," tutupnya
