Densus 88 Temukan Bahan Peledak di Rumah Bomber 3 Gereja Surabaya

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi tunjukan foto keluarga teroris (Foto: Nuryatin Phaksy Sukowati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Polisi tunjukan foto keluarga teroris (Foto: Nuryatin Phaksy Sukowati/kumparan)

Densus 88 menggeledah rumah bomber gereja di Surabaya. Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah bahan peledak dari rumah itu.

Tak lama setelah identifikasi, polisi langsung menuju ke rumahnya di Wonorejo, Rungkut, Surabaya. Bahan peledak yang didapat dari rumah pelaku langsung disita Densus 88.

"Ditemukan tiga bungkusan plastik, masing-masingnya ada dua pipa sudah ada isinya TATP, triacbeton triparoxide. Sudah dilakukan disposal (diledakkan)," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, di lokasi, Minggu (13/5).

Rudi mengatakan, dari olah TKP di GPPS Arjuna, polisi menemukan styrofoam. Rupannya, styrofoam itu sengaja digunakan untuk memperbesar pembakaran saat bom diledakkan. Sejumlah bahan peledak yang sudah disiapkan, dimasukkan ke dalam dua pipa plastik. Seluruh bahan ini masih diperiksa Densus 88.

"Ada lagi aseton, belerang, H20, HCL, aquades, blackpowder, dan korek api kayu. Bahan berbahaya yang ditemukan di TKP, termasuk high explosive," jelas dia.

Di sisi lain, polisi juga menyita sejumlah dokumen, buku, termasuk buku manual untuk merakit bom.

"Rumah berantakan, ada anak panah, busur panah. Diduga sering digunakan. Ada beberapa dokumen yang ditemukan, buku merakit bom diduga di rumah tersebut," ucap Rudi.