Di Balik Senyuman Mona Lisa

Kamu pasti pernah mendengar tentang lukisan Mona Lisa. Kalau kamu tidak tahu cerita di baliknya, setidaknya pasti kamu pernah mendengar namanya. Memang tidak heran kalau nama Mona Lisa tidak asing di telinga kita semua, karena Mona Lisa adalah salah satu lukisan yang paling terkenal di dunia.
Mona Lisa adalah lukisan karya pelukis dari Italia, Leonardo da Vinci. Tapi jika kamu ingin menikmati lukisan ini, kamu jangan pergi ke Italia, melainkan ke Paris, Prancis. Karena lukisan Mona Lisa tersimpan di dalam museum Louvre di tengah kota Paris. Tapi sebelumnya jangan berharap kamu akan melihat lukisan yang besar karena Mona Lisa hanyalah berukuran 77 cm x 53 cm saja.
Mona Lisa memang idola para pengunjung Museum Louvre. Museum Louvre sendiri adalah museum seni terbesar di dunia. Pada tahun 2017, Louvre juga dinobatkan sebagai museum dengan pengunjung terbanyak di dunia yang mencapai 8,1 juta orang di tahun tersebut. Di dalam Louvre ada sekitar 38.000 objek yang dipamerkan. Namun, dari 38.000 objek ini, Mona Lisa-lah yang paling sering menjadi tujuan utama para pengunjung. Bahkan banyak turis yang rela mengantri berjam-jam untuk masuk ke museum Louvre, berfoto dengan Mona Lisa, kemudian pergi keluar dari museum.

Tapi apakah yang membuat Mona Lisa sangat terkenal?
Ada beberapa teori yang membuat Mona Lisa sangat ramai diperbincangkan. Ada yang bilang karena tatapan dan senyuman misteriusnya. Ada pula yang bilang karena belum terlalu jelas siapa sebenarnya model yang dilukis oleh Leonardo da Vinci. Bahkan ada yang bilang kalau Mona Lisa adalah potret da Vinci sendiri yang ia lukis dengan melihat ke cermin.
Terlepas dari semua teori yang ada, satu hal yang pasti yang membuat Mona Lisa terkenal adalah skandal pencuriannya.
Pada tahun 1516, da Vinci menerima tawaran raja François dari Prancis untuk pindah dan bekerja di istana kerajaan di Prancis. Da Vinci datang dengan membawa lukisan Mona Lisa yang telah ia mulai lukis beberapa tahun sebelumnya di Italia. Lukisan ini kemudian ia selesaikan di Prancis dan dihadiahkan ke raja François.
Mona Lisa pun berpindah-pindah tempat di Prancis. Sampai ketika revolusi Prancis selesai, lukisan tersebut dipindahkan ke museum Louvre. Dari cerita ini jelas bahwa Mona Lisa adalah milik Prancis, bukan Italia.
Lukisan Mona Lisa tersimpan dengan baik di dalam museum Louvre. Sampai akhirnya pada tanggal 21 Agustus 1911, Mona Lisa dicuri dari museum tersebut. Pencurian ini tidak diketahui sampai keesokkan harinya. Seorang pelukis bernama Louis Béroud masuk ke dalam Louvre. Ia ingin melukis lukisan Mona Lisa, namun ia tidak berhasil menemukan lukisan tersebut di tempat biasanya Mona Lisa tergantung.

Béroud pun melapor kepada para penjaga. Mereka mengira bahwa Mona Lisa sedang diambil untuk keperluan pemotretan. Namun setelah beberapa jam, Mona Lisa tidak kunjung kembali dan dinyatakan hilang dicuri.
Penyelidikkan-pun dilakukan. Museum Louvre ditutup selama satu minggu. Bahkan pelukis dari Spanyol, Pablo Picasso, yang saat itu sedang tinggal di Paris-pun pernah diperiksa, namun akhirnya ia dibebaskan. Pemberitaan tentang Mona Lisa yang dicuri akhirnya diumumkan di koran-koran. Inilah untuk pertama kalinya, Mona Lisa yang tidak pernah diketahui oleh masyarakat umum, Mona Lisa yang hanyalah satu dari sekian puluh ribu objek di dalam Louvre, akhirnya menjadi terkenal dan diperbincangkan dimana-mana.
Dua tahun setelah pencurian terjadi, akhirnya pencuri aslinya mengaku. Dia adalah Vincenzo Peruggia yang merupakan pegawai museum Louvre itu sendiri yang berkebangsaan Italia. Peruggia adalah seseorang yang memiliki rasa patriotisme tinggi terhadap negaranya. Ketika ia bekerja di Louvre, ia berpendapat bahwa lukisan karya da Vinci adalah milik Italia dan harus kembali ke Italia dan dipamerkan disana, bukan di Prancis. Saat itu ada lima buah lukisan da Vinci yang tersimpan di Louvre. Ia pun mengambil salah satu dari lima lukisan tersebut dan yang ia ambil adalah Mona Lisa.

Peruggia masuk ke Louvre pada saat jam buka, mengambil Mona Lisa, dan bersembunyi di dalam lemari sapu. Saat museum sudah tutup, ia keluar dari persembunyiannya dengan membawa Mona Lisa di dalam jaketnya.
Ketika akhirnya ia menyerahkan diri, Mona Lisa pun dikembalikan ke museum Louvre. Kembalinya Mona Lisa diumumkan sekali lagi di koran-koran dan membuat lukisan tersebut semakin terkenal. Orang-orang pun berbondong-bondong datang melihat Mona Lisa.
Sayangnya, kesialan Mona Lisa tidak hanya sampai di situ. Beberapa kali Mona Lisa ingin dirusak oleh para pengunjung. Mulai dari dilempar cairan asam, sampai dilempar batu. Karena vandalisme-vandalisme tersebut, akhirnya Mona Lisa pun dipindahkan ke ruangan khusus dan dilapisi kaca anti peluru. Pengunjung juga tidak bisa berdiri terlalu dekat dengan Mona Lisa.

Tidak tanggung-tanggung, Mona Lisa juga diasuransikan dengan premi yang tinggi. Pada tahun 1962, harga asuransi Mona Lisa adalah 100 juta Dollar yang senilai dengan 800 juta Dollar di tahun 2017. Hal tersebut membuat Mona Lisa menjadi pemegang rekor harga asuransi tertinggi dalam sejarah menurut Guinness World Record.
Mona Lisa dan senyuman misteriusnya memang sangat terkenal sekarang. Tapi apa jadinya ya jika saat itu Peruggia mencuri lukisan yang lain, bukan lukisan Mona Lisa?
-----
Laporan ini ditulis oleh reporter kumparan di Jerman Daniel Chrisendo.
