Pencarian populer

Diceramahi MUI, Pria Mengaku Imam Mahdi di Depok Tobat dan Minta Maaf

Mediasi pria mengaku Imam Mahdi, Winardi (batik), dengan kepolisian dan MUI Depok. Foto: Dok. Istimewa

Masyarakat Depok dibuat geger dengan munculnya seorang pria bernama Winardi yang mengaku sebagai Imam Mahdi di Depok, Jawa Barat. Winardi diketahui merupakan ketua dari padepokan Trisula Weda di daerah Bedahan, Sawangan, Depok.

Winardi saat ini sudah memiliki 80 pengikut yang tersebar di beberapa tempat. Ia mengaku mendapatkan mandat sebagai Imam Mahdi dari mimpi.

Merespons munculnya padepokan ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Depok bergegas melakukan mediasi. Bersama dengan kepolisian, TNI, dan pemerintah setempat, mediasi dilakukan di Kecamatan Sawangan pada Rabu (29/5) malam.

"Iya, kan ada berita dari masyarakat itu awalnya ada undangan yang di viral kan bahwa nanti bulan Syawal kalau enggak salah tanggal 2 akan ada halalbihalal di tempat Pak Winardi itu," kata Ketua MUI Depok Kiai Dimyati Badruzzaman saat dikonfirmasi kumparan, Kamis (30/5).

"Di situ disebutkan bahwa yang mengundang itu ya katanya seorang pembaharu dalam kurung Imam Mahdi," imbuhnya.

Loading Instagram...

Kiai Dimyati menyebut masyarakat heboh dengan adanya undangan itu. Sementara, saat ditanyai alasan Winardi mengaku Imam Mahdi, ia menyebut pernah bermimpi bertemu Allah SWT.

"Ya alasannya dia kan katanya pernah sakit ketika sakit itu dia ada semacam mimpi dibawa kaya miraznya Nabi Muhammad ketemu Tuhan. "Lalu Allah yang memberi gelar kepada saya, Imam mahdi". Gitu (katanya) maka semenjak itu dia menyebarkan bahwa dirinya Imam mahdi," ujar Kyai Dimyati.

Untuk menyadarkan Winardi, Kiai Dimyati membawa tiga kitab dalam bahasa Arab terkait hakikat Imam Mahdi. Di mediasi itu, Kai Winardi menjelaskan dalil-dalil Al-Quran bersama dengan hadis nabi.

"Maka dijelaskan dengan ayat Al-Quran dan hadis nabi, bahwa Imam Mahdi itu adalah lahir di Arab, dan nama aslinya Muhammad bin Abdullah, sementara dia kan namanya Winardi bin Sukirno dari Pacitan Jawa Timur," ungkapnya.

Winardi (tengah), pria di Depok yang mengaku Imam Mahdi. Foto: Dok. Istimewa

Kiai Dimyati menyebut Winadi selama ini tak bisa mengaji Al-Quran sehingga salah dalam menyebarkan ajaran Islam.

"Kata saya bapak ini keliru harus tobat akhirnya ya sudahlah dikemukakan dalil argumennya. Karena dia argumennya lemah ngaji, juga baca kitabnya enggak bisa, ya akhirnya katanya sadarkan buat merubah sikapnya itu," sambungnya.

Sementara, pihak kepolisian sejauh ini tidak akan menarik masalah ini ke ranah hukum. Meski kejadian tersebut sempat membuat gaduh masyarakat sekitar.

"Itu sudah selesai semuanya semalam (Rabu), kita sudah pertemukan yang bersangkutan dengan tokoh agama, MUI, tokoh masyarakat, dan yang bersangkutan juga sudah meminta maaf," kata Kapolsek Sawangan, Kompol Suprasetyo, saat dihubungi kumparan, Kamis (30/5).

Selain mengucapkan permintaan maaf, Winardi juga diminta membaca dua kalimat syahadat di hadapan ulama setempat. Ia berjanji akan menghentikan kegiatan padepokan Trisula Weda.

"Menghaturkan mohon maaf khususnya para pendekar-pendekar baik ulama, umaro di Sawangan pada khususnya dan di Depok pada umumnya, bilamana selama ini merasa resah mohon maaf, jadi di depan para guru-guru, umaro, dan ulama saya sudah berjanji apa yang saya lakukan itu sementara ditutup. Baik mohon maaf, ditutup selamanya," kata Winandi dalam sebuah video.

"Jadi mohon maaf, ditutup selamanya. Ya mohon maaf apabila terjadi keresahan, ketidakstabilan situasi dan kondisi yang ada saya atas nama pribadi dan saudara semuanya mohon maaf sekali lagi," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57