Didemo, Sandi Akan Undang Sopir Angkot Tanah Abang Ngopi di Balai Kota

Kebijakan Pemprov DKI Jakarta menutup Jalan Jati Baru, Tanah Abang, sebagai lokasi berjualan sementara PKL, menimbulkan penolakan dari sopir angkot. Pagi tadi, massa aksi gabungan sopir angkot berunjuk rasa meminta jalan itu dibuka kembali.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku sudah mendapatkan laporan soal aksi unjuk rasa itu dari Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah. Rencananya Sandi akan mengajak perwakilan sopir yang demo untuk ngopi di Balai Kota.
“Rencananya Rabu, Rabu pagi kita undang ngopi di sini,” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (29/1).

Sandi yang menyebut sopir angkot sebagai pengusaha di bidang transportasi itu, ingin mengundang mereka untuk mendengarkan secara langsung aspirasi mengenai Jalan Jati Baru. Mengingat, mereka selama ini mencari nafkah di kawasan padat itu.
“Kita harus rangkul mereka karena mereka juga adalah sektor yang menghasilkan solusi bagi warga Jakarta dan ini mereka punya penghasilan yang kita harus fokuskan untuk kita pastikan tidak tercerabut dengan penataan kita,” ujar Sandi.
Dalam pertemuan nanti, Sandi siap mendiskusikan soal permasalahan pendapatan mereka yang menurun setelah ditutupnya Jalan Jati Baru dan beroperasinya bus Tanah Abang Explorer yang diminati warga karena gratis.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan jajarannya selalu mengevaluasi kebijakan penataan Tanah Abang. Rencananya dua minggu ke depan, Pemprov DKI akan memaparkan konsep penataan Tanah Abang dalam jangka menengah, sebelum akhirnya menerapkan kebijakan jangka panjangnya.
“Kita akan presentasikan jangka menengahnya ini yang sempat kita waktu itu bicarain, mengenai sky bridge. Jadi sky bridge-nya rencananya bisa kita kelola dengan baik. Ini juga selaras dengan rencana relokasi para pedagang dari Blok G ke tempat penampungan sementara,” pungkasnya.
