Doni Monardo: 200 Rumah Rusak Akibat Gempa Banten, 2 Orang Meninggal

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo (kanan) meninjau dampak gempa Banten di Pandeglang. Foto: Dok BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo (kanan) meninjau dampak gempa Banten di Pandeglang. Foto: Dok BNPB

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo menyebut kerusakan bangunan akibat gempa 6,9 magnitudo yang mengguncang Pandeglang mengalami peningkatan. Data sampai dengan Sabtu (3/8) ada lebih dari 200 unit rumah yang mengalami rusak.

"Kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa mengalami peningkatan, hari ini yang sudah terdata lebih 200 unit rumah rusak, dari ringan, sedang sampai berat," kata Doni di Pandeglang, Sabtu (3/8).

Menurut Doni, sebagian besar rumah warga yang rusak karena konstruksi pembangunan rumahnya tidak memenuhi standar.

"Sebagian besar rumah yang rusak kontruksinya tidak memenuhi standar, tidak ada besi, sehingga dengan mudah roboh," jelasnya.

Selain itu, Doni juga menyebut ada dua orang meninggal dunia. Namun, dua korban meninggal dunia itu tidak langsung disebabkan oleh gempa. Satu orang meninggal karena serangan jantung saat gempa. Satu orang lainnya karena kelelahan.

"Sejauh ini hanya dua yang meninggal dunia, itupun bukan langsung disebabkan oleh gempa," ujar dia.

embed from external kumparan