Eggi Sudjana dan Kivlan Zen Pimpin Demo di Depan Gedung Bawaslu

kumparanNEWSverified-green

Eggi Sudjana (kiri) dan Kivlan Zen (kanan) di depan Bawaslu, Jakarta, Kamis (9/5). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Eggi Sudjana (kiri) dan Kivlan Zen (kanan) di depan Bawaslu, Jakarta, Kamis (9/5). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Sejumlah massa mulai memadati depan kantor Bawaslu RI, Jakpus, Kamis (9/5) sejak pukul 14.00 WIB. Baru sekitar 14.50 WIB, Eggi Sudjana dan Kivlan Zen tampak hadir bersamaan dan berusaha masuk ke kantor Bawaslu RI, namun tidak mendapatkan izin.

"Kita tidak boleh masuk, maka ini pelanggaran terhadap UU Nomor 9 tentang Unjuk Rasa Tahun 1998. Polisi harusnya memfasilitasi, bertemu dengan yang kita demo," kata Eggi di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Para pendukung Prabowo-Sandi di depan Bawaslu, Jakarta, Kamis (9/5). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Eggi menilai, aksi tersebut merupakan salah satu contoh kekuatan people power yang kerap ia gaungkan. Meski, ia mengakui, jumlah massa yang hadir masih belum sebanyak yang diperkirakan.

"Ini bukti nyata people power. Walaupun belum banyak, inilah bentuk people power. Bukan people power untuk makar," tegasnya.

Eggi Sudjana (kiri) dan Kivlan Zen (kanan) di depan Bawaslu, Jakarta, Kamis (9/5). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Sementara itu, Mayjen (Purn) Kivlan Zen mengaku datang untuk meminta keadilan dan kebenaran terhadap pemerintah Indonesia. Dalam orasinya, Kivlan juga menuding Menkopolhukam Jenderal (Purn) Wiranto sudah bertindak tidak adil.

"Wahai bangsaku, rakyatku, seluruh Indonesia. Hari ini kita minta keadilan dan kebenaran terhadap pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Jokowi, dan kita meminta kepada Wiranto sebagai Menkopolhukam supaya bertindak adil dan benar," seru Kivlan.

Para pendukung Prabowo-Sandi di depan Bawaslu, Jakarta, Kamis (9/5). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Selama Eggi dan Kivlan berorasi, pihak kepolisian tampak menyalakan sirine. Selain itu, polisi juga meminta massa yang hadir untuk memberikan surat keterangan demo terlebih dahulu dan sempat menimbulkan beberapa kali cek cok, terutama antara ibu-ibu dan polisi.