Fasilitas Tak Memadai, 38 SMK di Garut Terpaksa Numpang Ikuti UNBK

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi UNBK Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi UNBK Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Sebanyak 38 dari 168 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terpaksa menumpang untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Penyebabnya karena minimnya fasilitas.

Keseluruhan SMK tersebut terpaksa menumpang karena belum memiliki perangkat komputer maupun jaringan internet yang memadai untuk mengikuti UNBK.

"Ada 38 sekolah (yang nebeng), jumlah yang ikut 168 SMK. Kalau tidak ada yang memiliki komputer, sekolah bersangkutan ikut ke sekolah yang memiliki fasilitas komputer," kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Garut, Dadang Johar Aripin, dilansir Antara, Senin (25/3).

Dadang melanjutkan, peserta UNBK tingkat SMK di Garut mencapai 8.094 siswa dan 6.033 siswi. Semua peserta diklaim sudah siap mengikuti ujian berbasis komputer dan berjaringan internet. Termasuk, yang berada di sekolah-sekolah minim fasilitas.

Persiapan UNBK SMP Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Untuk solusinya, siswa-siswi di 38 sekolah tersebut mengikuti UNBK di sekolah-sekolah terdekat yang memiliki fasilitas memadai. Contohnya di SMKN 1 Garut. Ada 114 siswa dari lima sekolah lain yang numpang. Yakni dari SMK Plus urul Huda, SMK Plus Anwarul Huda, SMK Permata Negri, SMK Ibnu Hajar, dan SMK Tunas Nusantara.

Dia mengungkapkan, SMKN 1 Garut memiliki 420 komputer dengan jaringan yang cukup kuat. Hal ini yang dibutuhkan untuk mengikuti UNBK dengan jadwal pelaksanaan yang terbagi ke dalam tiga sesi setiap harinya.

Dadang menambahkan, SMKN 1 Garut terbuka bagi siapa saja demi menyukseskan pelaksanaan UNBK di Kabupaten Garut. Menurut dia, perangkat yang ada adalah fasilitas negara untuk para siswa.

"Kami welcome, siapa pun juga yang mau bergabung karena ini fasilitas negara. Dan kami memberikan pelayanan yang sama seperti anak didik kami," ucap Dadang.