kumparan
11 Jun 2019 10:22 WIB

Foto: Lautan Manusia di Hong Kong Menolak RUU Ekstradisi

Para demonstran memegang poster menuntut agar membatalkan RUU ekstradisi, Hong Kong, Minggu (9/6). Foto: REUTERS/Thomas Peter
Diperkirakan lebih dari 1 juta warga turun ke jalanan Hong Kong berunjuk rasa menentang rancangan undang-undang ekstradisi, di Victoria Park, sejak Minggu (9/6) lalu.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, para demonstran menentang ekstradisi terpidana dari Hong Kong ke China Daratan. RUU ini dinilai akan merusak sistem hukum semi otonom Hong Kong.
Aksi unjuk rasa kali ini merupakan aksi terbesar dengan massa terbanyak sejak 2003 lalu yang menentang soal diperketatnya hukum keamanan nasional.
Awalnya Aksi ini berlangsung damai, namun pada Senin (10/6) dini hari, unjuk rasa ini menjadi kacau. Sejumlah demonstran terlibat bentrok dengan polisi. Mereka mendorong dan merobohkan pagar pembatas. Sejumlah anggota polisi berusaha memukul mundur massa aksi,dan melumpuhkan beberapa massa yang mulai anarkis.
Protes ini menjerumuskan Hong Kong ke dalam krisis politik baru, dan memberi tekanan pada pemerintah Hong Kong, khususnya Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam. Lam berusaha menenangkan publik dan mengatakan pemerintahannya menciptakan amandemen tambahan terhadap RUU tersebut, termasuk menjaga hak asasi manusia.
ADVERTISEMENT
"RUU ini bukan tentang (China) daratan saja. RUU ini tidak diprakarsai oleh pemerintah rakyat pusat. Saya tidak menerima instruksi atau mandat dari Beijing untuk melakukan RUU ini," ujar Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, pada Senin (10/6) kemarin.
Para demonstran berunjuk rasa menentang RUU ekstradisi, di Hong Kong, Minggu (9/6). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Para demonstran berunjuk rasa menentang RUU ekstradisi, di Hong Kong, Minggu (9/6). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Para demonstran berunjuk rasa menentang RUU ekstradisi, di Hong Kong, Minggu (9/6). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Para demonstran memegang payung berwarna kuning, simbol gerakan Occupay Central, menuntut agar membatalkan RUU ekstradisi, Hong Kong. Foto: Reuters
Para demonstran memegang poster menuntut agar membatalkan RUU ekstradisi, Hong Kong. Foto: Reuters
Para demonstran memegang poster menuntut agar membatalkan RUU ekstradisi, Hong Kong. Foto: Reuters
Para demonstran berunjuk rasa menentang RUU ekstradisi, di Hong Kong, Minggu (9/6). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Para demonstran memegang poster menuntut agar membatalkan RUU ekstradisi, Hong Kong, Minggu (9/6). Foto: REUTERS/Thomas Peter
Para demonstran memegang poster menuntut agar membatalkan RUU ekstradisi, Hong Kong. Foto: Reuters
Para demonstran menuntut agar membatalkan RUU ekstradisi, Hong Kong. Foto: Reuters
Sejumlah demonstran bentrok dengan petugas polisi saat berunjuk rasa menentang RUU ekstradisi, Hong Kong, Minggu (9/6). Foto: REUTERS/Thomas Peter
Sejumlah demonstran berhadapan dengan petugas polisi saat berunjuk rasa menentang RUU ekstradisi, Hong Kong, Minggu (9/6). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Polisi menahan demonstran saat berunjuk rasa menentang RUU ekstradisi, Hong Kong, Minggu (9/6). Foto: REUTERS/Thomas Peter
Demonstran berunjuk rasa menuntut pihak berwenang membatalkan RUU ekstradisi yang diusulkan dengan China, di Hong Kong, Senin (10/6). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Demonstran merobohkan pagar pembatas saat berunjuk rasa menuntut pihak berwenang membatalkan RUU ekstradisi yang diusulkan dengan China, di Hong Kong, Senin (10/6). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Petugas kepolisian mengamankan sejumlah demonstran, di Hong Kong, Senin (10/6). Foto: REUTERS/Thomas Peter
Petugas polisi menahan demonstran saat unjuk rasa di Gloucester Road di Hong Kong, Senin (10/6). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Demonstran merobohkan pagar pembatas saat berunjuk rasa menuntut pihak berwenang membatalkan RUU ekstradisi yang diusulkan dengan China, di Hong Kong, Senin (10/6). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Petugas polisi menahan demonstran saat unjuk rasa di Gloucester Road di Hong Kong, Senin (10/6). Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Petugas kepolisian mengamankan sejumlah demonstran, di Hong Kong, Senin (10/6). Foto: REUTERS/Thomas Peter
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan