Foto: Melihat Orang Utan di Tanjung Puting, Sebelum Berdiplomasi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pengunjung menyaksikan pemberian makan orang utan di Camp Leakey Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Para pengunjung menyaksikan pemberian makan orang utan di Camp Leakey Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Selama melakukan diklat di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, 24 Peserta Sesdilu melakukan kunjungan ke Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Kunjungan para peserta Sesdilu ke Tanjung Puting ini untuk mempelajari berbagai macam hal yang ada di Tanjung Puting. Nantinya mereka akan mencari strategi untuk bisa mempromosikan Tanjung Puting saat melakukan penempatan dinas di berbagai negara.

Untuk sampai di Tanjung Puting, para peserta Sesdilu membutuhkan waktu kurang lebih empat jam menggunakan kapal klotok dari Pelabuhan Kumay, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Suasana perjalanan saat menyusuri Sungai Sekonyer. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana perjalanan saat menyusuri Sungai Sekonyer. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Para peserta beraktivitas di kapal klotok. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana kegiatan di kapal klotok. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Para peserta beristirahat di kapal klotok. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Para peserta beristirahat di kapal klotok. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Setidaknya ada tiga lokasi konservasi di area Taman Nasional Tanjung Puting yakni, Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey.

Lokasi tersebut menjadi tempat melepasliarkan orang utan agar bisa kembali hidup normal di habitat aslinya. Orang utan tersebut, didapatkan dari hasil sitaan, penyelundupan liar, dan pengembalian dari masyarakat yang sempat memelihara orang utan secara ilegal. Mereka yang dilepasliarkan di sini harus sudah mampu bertahan hidup di alam liar.

Jika beruntung, dalam perjalanan menyusuri Sungai Sekonyer wisatawan dapat menjumpai bekantan, monyet, burung Endemik, atau bahkan orang utan.

Sebelum tiba di Camp Leakey, Kepala Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI, Dr. Yayan GH Mulyana, bersama Direktur Sesdilu, Renata Siagian dan para peserta Sesdilu melakukan penanaman Pohon Nyatoh di Tanjung Harapan. Pohon Nyatoh adalah salah satu pohon yang buahnya disukai orang utan.

Direktur Sesdilu, Renata Siagian (kiri) saat melakukan penanaman Pohon Nyatoh di Tanjung Harapan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Direktur Sesdilu, Renata Siagian saat melakukan penanaman Pohon Nyatoh di Tanjung Harapan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Kepala Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI, Dr Yayan GH Mulyana (kiri) saat melakukan penanaman Pohon Nyatoh di Tanjung Harapan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Peserta Sesdilu saat melakukan penanaman Pohon Nyatoh di Tanjung Harapan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Direktur Sesdilu, Renata Siagian (kedua kanan) bersama peserta Sesdilu saat melakukan penanaman Pohon Nyatoh di Tanjung Harapan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Peserta Sesdilu saat melakukan penanaman Pohon Nyatoh di Tanjung Harapan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Peserta Sesdilu usai melakukan penanaman Pohon Nyatoh di Tanjung Harapan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Setibanya di Camp Leakey peserta harus berjalan kaki sekitar 30 menit. selama perjalanan kadang ada orangutan yang sedang bersantai di sekitar jalur.

Wisatawan tidak diperbolehkan terlalu dekat dengan orangutan yang dijumpai karena terkadang orangutan tersebut bisa membahayakan wisatawan.

Saat tiba di Camp Leakey wisatawan dapat menyaksikan orang utan di area pemberian makan, tapi orangutan tidak selalu ada dilokasi pemberian makan, kadang saat musim hujan dimana banyak buah yang bisa dimakan di hutan orang utan tidak akan keluar ke tempat pemberian makan.

Tempat pemberian makan orang utan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana saat brifing peraturan kepada pengujung di Camp Leakey, Taman Nasional Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana perjalanan menuju tempat pemberian makan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana perjalanan menuju tempat pemberian makan orang utan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana perjalanan menuju tempat pemberian makan orang utan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana perjalanan menuju tempat pemberian makan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana perjalanan menuju tempat pemberian makan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Peserta menjumpai orang utan di tengah perjalanan menuju tempat pemberian makan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana perjalanan menuju tempat pemberian makan orang utan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Suasana perjalanan menuju tempat pemberian makan orang utan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Orang utan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Orang utan bergelantungan di ranting pohon, di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Para pengunjung menyaksikan pemberian makan orang utan di Camp Leakey Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Para pengunjung menyaksikan pemberian makan orang utan di Camp Leakey Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Para pengunjung menyaksikan pemberian makan orang utan di Camp Leakey Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Para pengunjung menyaksikan pemberian makan orang utan di Camp Leakey Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Orang utan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Orang utan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Sejumlah babi hutan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Orang utan di Camp Leakey, Tanjung Puting. Foto: Fitra Andrianto/kumparan