kumparan
27 Agu 2019 11:50 WIB

Gara-gara Endang Tarsa, Irjen Antam Daftar Capim dan Ingin Ubah KPK

Antam Novambar saat wawancara dan uji publik capim KPK di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, (27/8). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Irjen Pol Antam Novambar buka-bukaan soal alasannya mendaftar sebagai calon pimpinan KPK.
ADVERTISEMENT
Dalam tes wawancara dan uji publik, Antam menyebut salah satu alasannya daftar capim KPK lantaran merasa dibohongi Direktur Penyidikan KPK saat itu, Endang Tarsa. Antam pun menceritakan bagaimana ia dibohongi Endang Tarsa.
Antam menyebut pada awal 2015, ia menawari Endang untuk menjadi saksi yang meringankan di sidang praperadilan Budi Gunawan alias BG. Kala itu BG yang merupakan calon Kapolri, menjadi tersangka kasus transaksi mencurigakan atau rekening gendut.
Antam mengatakan saat itu Endang Tarsa menyatakan bersedia. Sebab menurut Endang, kata Antam, kasus BG sangat dipaksakan.
Tetapi keesokan harinya saat sidang praperadilan berlangsung, Endang tak hadir di persidangan. Bahkan ia kaget mendengar berita dirinya dituding meneror Endang Tarsa.
"Ini saya terangkan saja. Dibohongi saya. Endang Tarsa lu takut sama Tuhan apa Abraham Samad (Ketua KPK saat itu)? Takut Abraham Samad. Silakan baca rekamannya. Mereka yang rekam bukan saya," jelas Antam di Gedung Kemensetneg, Selasa (27/8).
ADVERTISEMENT
Menurut Antam, sikap Endang Tarsa itu yang membuat ia mendaftar capim KPK. Ia ingin mengubah agar penegak hukum di KPK lebih beretika.
Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Irjen Pol Antam Novambar bersiap mengikuti tes uji kompetensi Seleksi Calon Pimpinan KPK di Pusdiklat Kementerian Sekretaris Negara. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
"Ini lembaga penegak hukum (KPK) yang semua orang elu-elukan, tapi orangnya seperti itu. Saya izin masuk. Kita harus ubah etika. Tiga tahun saya dipojokkan terus, ini saatnya," tegas Antam yang kini menjabat Wakabareskrim Polri.
Antam juga menegaskan tak berniat memperlemah KPK. Menurutnya, anggapan polisi ingin memperlemah KPK hanya rumor.
"Ini opini rumor selalu disampaikan. Jadi seolah-olah KPK ini merasa kalau pihak lain masuk mau memperlemah," kata Antam.
Sehingga ia menganggap KPK berada di zona nyaman dan sudah saatnya diubah.
"Saya ke sana berniat mengubah. Mungkin, zona nyaman ini kalau saya di sana, takutnya ada perubahan. Saya jujur saja. Siapa yang tidak nyaman dengan kewenangan, kehebatan UU KPK sekarang. Yang ada di dalam pasti nyaman. Nah, itu takut yang ada di dalam berubah. Ada beberapa yang ingin saya ubah di KPK," tegas Antam tanpa menyebut apa yang ingin ia ubah.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan