kumparan
15 Sep 2019 19:36 WIB

Gegana Sisir Bom yang Tersisa di Gudang Amunisi Mako Brimob Semarang

Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel meninjau lokasi ledakan di Mako Brimob Polda Jateng. Foto: Dok. Bid Humas Polda
Kepolisian Daerah Jawa Tengah tak hanya memperbaiki rumah warga yang rusak akibat terdampak ledakan di gudang amunisi Mako Brimob, Semarang, pada Sabtu (14/9).
ADVERTISEMENT
Polda Jateng juga berencana memperbaiki gudang yang juga menyimpan amunisi dan bahan peledak peninggalan Perang Dunia II.
Namun, hingga saat ini gudang itu belum bisa diperbaiki. Sebab, tim Gegana Brimob Polri dan Polda Jateng masih melakukan sterilisasi tempat kejadian perkara (TKP).
"Kalau di sana pasti diperbaiki. Sudah pasti itu, tapi kita belum tahu," ujar Kepala Biro Logistik Polda Jateng, Kombes Pol M Zari, usai meninjau rumah warga yang rusak akibat ledakan pada Minggu (15/9).
Zari mengatakan, sterilisasi itu lantaran diduga masih terdapat mortir atau sisa-sisa bahan peledak yang tertimbun di bawah reruntuhan gedung. Tim Gegana pun ekstra hati-hati dalam upaya pembersihan gedung.
Warga membersihkan rumah usai ledakan gudang penyimpanan handak di Mako Brimob Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
Adanya sterilisasi itu juga membuat penghitungan kerugian akibat perisitiwa ini masih belum dilakukan.
ADVERTISEMENT
"Kita belum bisa masuk, sterilisasi belum selesai, masih ada tim Jibom (penjinak bom) di sana," katanya.
Pantauan kumparan di Mako Brimob, akses menuju lokasi kejadian yakni lewat jembatan masih ditutup mobil taktis. Berdasarkan keterangan warga setempat, di tempat kejadian saat ini masih ditutupi terpal warna biru.
"Kita nanti tunggu saja lah, dari Inafis dan labfor juga belum bisa masuk. Nanti kita kabari lagi kalau sudah ada perkembangan. Fokus dulu ke rumah warga," tegas Zari.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan