Gereja Serukan Perlawanan Terhadap Presiden Kongo

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kerusuhan di Kongo (Foto: REUTERS/Goran Tomasevic)
zoom-in-whitePerbesar
Kerusuhan di Kongo (Foto: REUTERS/Goran Tomasevic)

Kericuhan berdarah terjadi di Ibu Kota Republik Demokratik Kongo, Kinshaha. Insiden tersebut menyebabkan dua orang demonstran anti-pemerintah tewas dan dua lainnya terluka.

Demo di Kinshasa pada Minggu (25/2) diinisiasi oleh sejumlah gereja di Kongo. Para pemimpin umat Nasrani di Kongo mendorong jemaah gereja turun ke jalan untuk memprotes Presiden Joseph Kabila.

Awalnya, para tokoh agama tersebut menginstruksikan pengikutnya turun ke jalan usia ibadah Minggu. Mendengar seruan tersebut Militer Kongo bertindak.

Mereka mengepung beberapa gereja utama di Kinshasa dan memblokade sejumlah jalanan utama. Aksi itu dilakukan demi mencegah demo.

Kerusuhan di Kongo (Foto: REUTERS/Goran Tomasevic)
zoom-in-whitePerbesar
Kerusuhan di Kongo (Foto: REUTERS/Goran Tomasevic)

Tindakan menghalangi demo menyebabkan kericuhan terjadi di beberapa daerah di Kinshasa. Korban tewas dan luka jatuh akibat tembakan yang diarahkan aparat keamanan ke arah demonstran.

Sebelum kerusuhan pecah, kelompok penentang Kabila dalam pernyataan resminya menyatakan ketidakpuasan mereka atas pria yang sudah memerintah Kongo sejak 2001 itu.

Presiden Kongo, Joseph Kabila (Foto: REUTERS/Kenny Katombe)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Kongo, Joseph Kabila (Foto: REUTERS/Kenny Katombe)

Kekecewan muncul setelah Kabila gagal menentukan tanggal digelarnya pemilu. Langkah tersebut diduga hanya akal-akalan Kabila untuk mempertahankan kekuasaan yang seharusnya berakhir pada 2017 lalu.

Saat ini Kabila dan pemerintah sudah menentukan pemilu Kongo digelar pada Desember 2018. Tetapi, KPU Kongo menyatakan kemungkinan besar pelaksanaan pemilu akan mundur dari jadwal disebabkan kesulitan keuangan dan logistik.

"Rakyat Kongo sudah tak lagi percaya adanya keinginan politik dari pemimpin kami sekarang ini bahwa dia akan memastikan terjadinya transfer kekuasaan secara damai," sebut pernyataan resmi kelompok demonstran seperti dikutip dari Reuters, Senin (26/2).

Sejak Kabila gagal menentukan waktu pemilu, kondisi Kongo berubah mencekam. Kelompok gereja menjadi salah satu penentang utama dari Kabila.

Kerusuhan di Kongo (Foto: REUTERS/Kenny Katombe)
zoom-in-whitePerbesar
Kerusuhan di Kongo (Foto: REUTERS/Kenny Katombe)

Pergerakan para pemimpin gereja diredam habis oleh Pemerintah Kongo di bawah komando Kabila. Salah satu cara yang dipakai adalah mengasingkan sejumlah pemimpin gereja.

Tak cuma itu, pada kerusuhan Minggu, Pemerintah Kongo memblokir seluruh jaringan internet dan sms yang ada di negara itu.