Gerindra: Isu Gedor Toilet Elite Hanura Pengalihan Isu Walk Out SBY

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade membantah tuduhan Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah terkait penggedoran di toilet Monas oleh pengawal Prabowo. Peristiwa itu terjadi usai Deklarasi Kampanye Damai, Minggu (23/9).
Andre menganggap tudingan Inas pengalihan isu walk out-nya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara tersebut.
“Saya rasa yang dilakukan Pak Inas itu dalam rangka Pak Inas ingin mengalihkan isu persekusi terhadap Pak SBY dan Bang Zul. Itu satu,” jelas Andre kepada kumparan, Senin (24/9).
Alasan lain yang diduga Andre menjadi dasar tuduhan ini yaitu Hanura yang ingin mencari pamor di tengah riuhnya kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Andre juga mengatakan, hal ini menjadi kesempatan Inas untuk mendongkrak elektabilitasnya.
“Yang kedua juga bagian strategi. Biasa ya parnoko (partai nol koma) kan butuh berita. Namanya juga parnoko. Orang-orang dari parnoko itu kan selalu ingin membangun opini narasi untuk mempopulerkan mereka,” pungkasnya.
Politisi Gerindra ini menyatakan telah menghubungi pengawal yang saat itu mengantar Prabowo ke toilet. Andre memastikan tidak ada aksi gedor yang dilakukan oleh pengawal Prabowo.
“Sudah konfirmasi sama yang ngetok pintunya. Ditanya aja, udah ada kok saya WA (WhastApp). Enggak ada bang kita gedor yang ada kita tanya siapa di dalam doang. Habis itu ternyata ada kita tunggu di luar dengan sabar,” jelasnya.
“Ini kan ramai disaksikan orang banyak di luar WC. Jadi terlalu banyak gimmicklah drama. Jadi Pak Inas itu pemain drama saya anggap sama seperti partainya yang banyak drama. Hanura kan kerjaannya drama terus, konflik enggak jelas sampai sekarang tuh.
Jadi enggak perlu kita tanggapi seriuslah,” tegasnya.
