Giliran DPD di Maluku Tenggara dan Riau Dukung Bamsoet Pimpin Golkar

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bambang Soesatyo (tengah) terima dukungan jadi Calon Ketua Umum Golkar dari DPD Tingkat II. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bambang Soesatyo (tengah) terima dukungan jadi Calon Ketua Umum Golkar dari DPD Tingkat II. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menerima dukungan dari DPD tingkat II (kab/kota) Golkar di Maluku Tenggara dan sejumlah DPD II di Riau sebagai calon ketua umum Golkar dalam Munas 2019.

Sama seperti saat menerima dukungan dari DPD II Provinsi Kepulauan Riau dan sebagian daerah Jawa Barat, yakni Kabupaten Ciamis, Kota Cirebon, dan Kabupaten Kuningan, Bamsoet menerima mereka di gedung DPR.

"Tentu saya menerimanya dengan baik dan aspirasi mereka tidak jauh seperti yang teman-teman daerah lainnya. Berharap bahwa ke depan momok Plt-Plt (Pelaksana Tugas) itu tidak terjadi lagi, atau disebut istilah tadi sebaiknya semua partai tidak main kayu," kata Ketua DPR itu di Gedung DPR, Senayan, Selasa (2/7).

embed from external kumparan

Bamsoet tak menampik dukungan sejumlah DPD partai menguatkan keyakinannya untuk maju sebagai calon ketua umum dan bersaing dengan Airlangga Hartanto. Apalagi, menurut Bamsoet, dukungan diberikan karena adanya keinginan untuk perubahan.

"Iya, (dukungan) memperkuat keyakinan saya bahwa memang saya diharapkan kawan-kawan daerah untuk memimpin partai. Jadi buat apa saya maju kalau kawan-kawan daerah tidak mengharapkan perubahan karena saya harus membawa perubahan," ucap dia.

Bamsoet menjelaskan, perubahan yang akan ia bawa nantinya yakni memperbaiki cara penyelesaian masalah internal yang tidak harus selalu diselesaikan di pusat. Ia ingin menggerakkan seluruh tingkatan partai.

Bambang Soesatyo (tengah) terima dukungan jadi Calon Ketua Umum Golkar dari DPD Tingkat II. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

"Momok Plt saya lebih cenderung penyelesaian, itu dilakukan musyawarah mufakat dan tidak perlu semuanya di pusat. Kalau ada masalah di tingkat kecamatan itu, ya, yang menyelesaikan harus satu tingkatnya di atas," kata Bamsoet.

"Begitu juga di atasnya, kabupaten/kota harus satu tingkat di atas. Jadi harus satu tingkat di atas, tidak boleh ditarik semua ke pusat, jadi itulah menajemen tata cara menurut saya," ucapnya.

Bamsoet menilai selama ini partainya kerap tak menerima persoalan di daerah secara rinci. Termasuk masalah penentuan jabatan-jabatan politik.

"Kita sendiri kadang enggak tahu persoalan yang detail di daerah, termasuk dalam penentuan pencalonan jabatan-jabatan politik, bupati, wali kota, gubernur, itu daerahlah yang paling paham. Jadi tidak drop-drop saja itu, sih. Inilah masukan saya, 'kan hanya menampung saja, hanya menyambung lidah mereka saja," pungkas Bamsoet.

Bambang Soesatyo (tengah) terima dukungan jadi Calon Ketua Umum Golkar dari DPD Tingkat II. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Tak hanya Bamsoet, sejumlah nama juga ikut masuk dalam bursa caketum Golkar. Selain Airlangga, Bamsoet menyebutkan sejumlah nama yang juga ingin bertarung memperebutkan kursi Golkar-1.

“Bukan hanya saya saja (yang ingin maju Caketum), ada Pak Indra Bambang Utoyo, Ada Ridwan Hisyam, ada Aziz Syamsuddin, ada Mahyudin. Ya itu mereka secara langsung harus menyampaikan kepada ketum (Airlangga), izin bahwa akan maju. Dan terserah ketua umum memberikan izin atau tidak, tapi kan kita semua punya hak,” ungkap Bamsoet kepada kumparan, Senin (1/7).

Meski begitu, hingga saat ini, Bamsoet mengaku belum menemui Airlangga untuk meminta izin maju menjadi caketum. Tapi dia memastikan, pada waktunya ia akan menemui Airlangga untuk izin maju menjadi caketum dan sowan dengan para senior Golkar.

embed from external kumparan