Golkar Minta Polisi Usut Aktor Utama Penyerangan Mapolda Riau

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Teror Polda Riau (Foto: ANTARA FOTO/Retmon)
zoom-in-whitePerbesar
Teror Polda Riau (Foto: ANTARA FOTO/Retmon)

Penyerangan yang terjadi di Mapolda Riau, Rabu (16/5) pagi, menambah daftar aksi terorisme yang belakangan terjadi. Menanggapi hal itu, politikus Golkar TB Ace Hasan Syadzily meminta aparat untuk segera mengusut tuntas aktor utama dibalik penyerangan di Mapolda Riau.

“Ini menyangkut dengan wibawa negara. Aparat keamanan harus tegas menindak dan menghukum para pelaku. Mengusut aktor utama di balik aksi penyerangan Mapolda Riau,” jelas Ace melalui pesan singkat, Rabu (16/5).

Selain itu, Wakil Ketua Komisi VIII tersebut mengaku prihatin dengan aksi teror tersebut. Pasalnya aksi teror dilakukan menjelang bulan Ramadhan.

“Ironisnya, tindakan ini terjadi di saat menjelang bulan Ramadhan yang seharusnya disambut dengan penuh kedamaian dan kegembiraan,” katanya.

Ace Hasan, politisi Golkar (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ace Hasan, politisi Golkar (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)

Ace mengimbau masyarakat untuk menebarkan kebaikan selama Ramadhan. Ia juga meminta masyarakat mempererat hubungan persaudaraan baik antar umat Islam maupun antar umat beragama. Sehingga dapat menciptakan situasi yang damai selama Ramadhan.

“Hentikan ujaran kebencian, saling menghujat dan saling menyerang. Kita ciptakan suasana keteduhan dan santun dalam menyampaikan pandangan,” tuturnya.

Penyerangan yang terjadi Mapolda Riau dilakukan oleh sekelompok terduga teroris. Mereka menerobos gerbang Mapolda Riau dengan mobil dan menyerang sejumlah anggota polisi.

Pengamanan Polda Riau (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
zoom-in-whitePerbesar
Pengamanan Polda Riau (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Akibat peristiwa itu, satu orang polisi yang berjaga di gerbang Mapolda Riau meninggal dunia di rumah sakit. Dua wartawan juga terluka akibat terserempet mobil terduga teroris. Saat kejadian, Polda Riau berencana menggelar rilis kasus narkoba.