Habis Manis Sepah Dibuang, Kurdi Ditinggalkan AS saat Turki Menyerang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasukan YPG Kurdi di Suriah Foto: AFP/Delil Souleiman
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan YPG Kurdi di Suriah Foto: AFP/Delil Souleiman

Pasukan Kurdi kecewa dengan Amerika Serikat yang menarik pasukannya dari Suriah utara ketika Turki menyerang. Padahal selama ini, AS mengandalkan pasukan Kurdi untuk memerangi ISIS di wilayah itu.

Awal pekan ini, AS menyatakan menarik ribuan pasukan mereka dari Suriah Utara yang dikuasai Milisi Kurdi, Pasukan Demokrasi Suriah (SDF), bagian dari kelompok bersenjata Kurdi YPG. Langkah ini dilakukan setelah Turki menyatakan akan menyerang wilayah itu.

Turki akan membangun zona aman di tempat tersebut itu untuk jutaan pengungsi Suriah di negara mereka. Bagi Turki, SDF dan YPG adalah bagian dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok pemberontak yang dianggap teroris.

Masyarakat membawa anak dan barang berharga mereka saat meninggalkan kota Ras al Ain, Suriah. Foto: REUTERS/Rodi Said

SDF dalam pernyataannya yang dikutip Reuters mengaku kecewa dengan langkah AS menarik pasukan. Bahkan, SDF mengatakan AS "menikam dari belakang". Menurut mereka, AS tidak bertanggung jawab atas komitmen mereka di Suriah.

"Walau seluruh upaya kami menghindari konflik, komitmen kami dalam kesepakatan mekanisme keamanan dan langkah-langkah mewujudkannya merupakan tanggung jawab kami, pasukan AS tidak melakukan tanggung jawab mereka dan menarik diri dari perbatasan dengan Turki," kata pernyataan SDF.

Menurut Kino Gabriel, juru bicara SDF kepada al-Hadath TV, sebelumnya AS telah menjamin bahwa militer Turki tidak akan bisa masuk ke wilayah itu. Hal yang sama disampaikan Mustafa Bali, humas SDF, yang mengatakan AS gagal memenuhi komitmen tersebut.

Pasukan YPG Kurdi di Suriah Foto: AFP/Delil Souleiman

"Rakyat kami butuh penjelasan terkait kesepakatan mekanisme keamanan, penghancuran pertahanan, dan kegagalan AS dalam memenuhi komitmen mereka," kata Bali melalui Twitter.

Pasukan Kurdi dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi mitra AS dalam memerangi ISIS. AS memberikan mereka persenjataan, pelatihan, dan bantuan serangan udara agar pasukan Kurdi bisa masuk ke wilayah ISIS.

Pasukan Kurdi ini berperan penting dalam runtuhnya kekuasaan ISIS di Suriah. Dalam pertempuran tersebut, 11 ribu pasukan Kurdi tewas. Saat ini, AS mengandalkan Kurdi untuk memburu sisa-sisa sel ISIS yang bersembunyi di Suriah.

Presiden Donald Trump Pagar perbatasan Amerika Serikat-Meksiko Foto: Nicholas Kamm/AFP

Tidak hanya Kurdi yang kecewa dengan keputusan Presiden Donald Trump menarik pasukan AS, bahkan partai berkuasa, Partai Republik, juga marah. Senator Republik Lindsey Graham mengatakan pemerintah AS telah "dengan memalukan mengabaikan" Kurdi di Suriah.

Namun Trump menyampaikan alasan mengapa memerintahkan penarikan pasukan. Menurut Trump ini bukan perang yang seharusnya diikuti AS dan selama ini AS telah memberikan keuntungan besar bagi Kurdi.

"Kurdi berperang bersama kami, tapi kami membayar uang dalam jumlah besar dan perlengkapan. Mereka telah berperang dengan Turki selama puluhan tahun. Saya menahan perang ini selama tiga tahun, tapi ini waktunya kami keluar dari Perang Tak Berujung yang konyol ini," kata Trump melalui Twitter.