Pencarian populer

Hasil Polling IV kumparan: Naik Turun Pendukung Dua Kubu

Capres & Cawapres di Pengundian Nomor Urut Pilpres 2019. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Seperti bulan-bulan sebelumnya, pada periode 9 – 16 November 2018 kumparan kembali melakukan online polling untuk mengamati perkembangan sentimen pembaca terhadap kedua pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi. Di polling keempat ini, kami memperoleh 2.721 suara sah dari 15.545 suara yang masuk, atau sekitar 17,2% suara yang akan kami olah lebih lanjut. Hasil tersebut kami peroleh berdasarkan proses yang sama pada artikel sebelumnya (Hasil Onilne Polling III Kumparan) untuk memperkecil bias (yang dikarenakan bot ataupun buzzer) pada hasil polling dan tetap menggunakan teorema Bayes untuk memperoleh hasil akhir yang baik.

Nilai awal yang kami peroleh adalah:

Hasil Polling IV kumparan. (Foto: Dok. Tim Data kumparan)

Dari proses yang kami lakukan diperoleh hasil sebagai berikut:

Hasil Polling IV kumparan. (Foto: Dok. Tim Data kumparan)

Dapat disimpulkan bahwa paslon Prabowo-Sandi terus mengungguli paslon Jokowi-Ma’ruf sebesar 20.4%. Namun jika diamati lebih lanjut, popularitas paslon Prabowo-Sandi mengalami penurunan sebesar 2.1% dibanding polling sebelumnya.

Hasil Polling IV kumparan. (Foto: Dok.Tim Data kumparan)
Hasil Polling IV kumparan. (Foto: Dok. Tim Data kumparan)

Analisis Data

Berdasar proses yang sama (Hasil kumparan Online Polling), kami membersihkan kemungkinan data tidak sah yang terindikasi sebagai buzzer ataupun bot.

Selain itu kami menambahkan parameter baru, yakni lokasi voters (pemilih), untuk mengetahui sebaran pemilih pada polling kali ini.

Berdasarkan data yang kami terima, diperoleh rincian sebagai berikut:

Hasil Polling IV kumparan. (Foto: Dok. Tim Data kumparan)

Metode Matematis yang Kami Gunakan

Tak berbeda dari metode matematis pada polling sebelumnya, kami tetap menggunakan model statistic Bayes sederhana untuk memperkirakan proporsi pemilih paslon Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf (atau Golput). Kami juga tetap menggunakan (weak) prior distribution berdasarkan Pemilu 2014, dengan keunggulan Jokowi di 53.15%.

Proses perbaharuan kami lakukan per 3 jam dengan menggunakan beta-binomial conjugate prior untuk menghitung posterior yang menggambarkan hasil akhir polling yang lebih spesifik.

Hasil analisis data polling menunjukkan bahwa popularitas paslon Prabowo-Sandi masih mengungguli paslon Jokowi-Ma’ruf sebesar 20,4%, menurun 2,1% dari polling sebelumnya.

Hasil Polling IV kumparan. (Foto: Dok. Tim Data kumparan)

Sebaran Suara berdasarkan Lokasi Pemilih

Untuk memberikan informasi yang lebih variatif, kami mencoba memetakan perolehan suara masing-masing paslon berdasarkan lokasi pemilih (terbatas pada wilayah Indonesia).

Hasil Polling kumparan IV. (Foto: Dok. Tim Data Kumparan)

Terlihat dari gambar, voters pada polling IV cukup tersebar, dengan mayoritas pemilih berada di pulau Jawa.

Kami mencoba memetakan suara yang diperoleh dari masing-masing paslon, dan diperoleh hasil sebagai berikut:

Hasil Polling kumparan IV. (Foto: Dok. Tim Data Kumparan)

Hasil Polling kumparan IV. (Foto: Dok. Tim Data Kumparan)

Selain mencoba mencari tahu sebaran suara dari masing-masing paslon, tak lupa kami juga mencoba untuk memetakan keunggulan masing-masing paslon di tiap daerah yang terdeteksi, dan diperoleh hasil sebagai berikut:

Hasil Polling kumparan IV. (Foto: Dok. Tim Data Kumparan)

Dari hasil pemetaan diketahui, paslon Prabowo-Sandi unggul hampir di tiap daerah, ditandai dengan gradasi warna magenta.

Jika diurai dalam bentuk tabel, diketahui daerah yang memiliki selisih lebih dari 20 suara dari masing-masing paslon, yakni:

Selisih suara antar Paslon. (Foto: kumparan)

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis online polling IV kumparan , yang dilaksanakan pada 9 – 16 November 2018, dapat disimpulkan bahwa paslon Jokowi-Ma’ruf mengalami penguatan sebesar 2,1% dibanding hasil online polling sebelumnya. Meskipun masih terpaut selisih 20,4% dari paslon Prabowo-Sandi yang tetap unggul, tidak menutup kemungkinan selisih ini dapat berkurang.

Jika menelisik lebih lanjut, fluktuasi suara yang terjadi pada kedua paslon tidak terlepas dari isu yang berkembang sebulan terakhir. Sebagai contoh penyataan Prabowo mengenai “Tampang Boyolali”, atau istilah “Politikus Sontoloyo” dan “Politik Genderuwo” dari Jokowi yang cukup menghebohkan dunia perpolitikan.

Terlepas dari itu semua, hasil yang kami berikan masih bersifat sementara. Masih banyak waktu hingga pemilu sebenarnya dilaksanakan, serta masih banyak peristiwa yang dapat membuat perubahan pada hasil sementara ini.

Catatan Akhir

Dengan mengadakan polling ini, kami berharap untuk dapat memahami sentimen publik terkait Pilpres 2019. Untuk sementara, di platform kumparan, paslon Prabowo-Sandi kembali memimpin 20,4% dengan 60,2% proporsi suara dibanding paslon Jokowi-Maruf yang memperoleh 39,8% proporsi suara.

Berikut hasil empat kali polling kumparan:

Hasil Polling kumparan IV. (Foto: Dok. Tim Data Kumparan)

Tim data kami akan terus berusaha menganalisis data dengan model matematika untuk mendapat hasil yang lebih tepat dan berarti. Oleh karena itu, kami berharap kepada masyarakat (pembaca) untuk terus ikut berpartisipasi pada polling yang kami adakan, dan juga untuk menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi mendatang. Demi Indonesia yang lebih baik.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23