kumparan
19 Jul 2019 12:55 WIB

Heboh, Ribuan Orang Akan 'Serbu' Parangtritis Pakai Baju Hijau

Pencarian dua korban laka laut Pantai Parangtritis Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Pengguna Facebook dihebohkan dengan adanya sebuah acara bertajuk "Ayo Ribuan Orang Serbu Parangtrtitis Pakai Baju Hijau." Acara itu sejauh ini menarik minat 13.222 orang.
ADVERTISEMENT
Kegiatan ini bakal digelar di Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu, 23 September 2019, pukul 10.00 WIB. Acara ini membuat netizen heboh karena ajakan menggunakan baju hijau bertentangan dengan tradisi lama.
Selama bertahun-tahun, adalah pantang bagi pengunjung Pantai Parangtritis untuk mengenakan baju berwarna hijau. Di acara kegiatan tersebut, tertulis alasan panitia penyelenggara mengenakan baju hijau.
“Karena area 51 terlalu jauh, kita pilih spot lain yang sama menantangnya. Kita sebut saja Area +62. Katanya kalau pakai baju hijau ke Pantai Parangtritis nanti bisa hilang sama Nyi Roro Kidul. Kalau ada ribuan orang nyerbu masa iya ilang masal,” tulis penjelasan dalam acara tersebut yang tersebar di Facebook.
Area 51 sendiri menjadi sensasi tersendiri di internet. Ini terkait dengan ajakan menyerbu Area 51 yang disebut-sebut sebagai area persembunyian alien di AS. Sebanyak 1 juta netizen tertarik untuk menghadiri sebuah acara candaan di Facebook bertajuk "Serbu Area 51, Mereka Tidak Bisa Menghentikan Kita Semua".
ADVERTISEMENT
Tanggapan Dinas Pariwisata Bantul
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan acara tersebut baik secara tulisan maupun lisan.
Screenshot facebook ribuan orang akan memadati Pantai ParangTritis memakai baju hijau. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
“Setahu saya belum (ada izin). Baik dengan surat atau lisan,” ujar Kwintarto kepada kumparan, Jumat (19/7).
Menurut dia, jika acara diikuti hingga ribuan orang, maka harusnya panitia berkoordinasi dengan Pariwisata. Hal ini tak lain agar tidak terjadi penumpukan pengunjung jika di hari yang sama sudah ada kegiatan lain.
“Logikanya mestinya ada pemberitahuan. Jangan sampai kalau melibatkan orang banyak di situ, space yang pada hari yang waktu bersamaan mungkin digunakan. Jangan sampai nanti terus tumpukan. Begitu maksud saya,” ujarnya.
Tak hanya soal kenyamanan bagi pengunjung, izin kegiatan diperlukan agar masyarakat setempat mengetahui. Hal ini lantaran bisa saja acara yang tak biasa ini memiliki dampak sosial bagi masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis, Ali Sutanto saat dikonfirmasi juga mengaku belum mendapat koordinasi terkait acara nyleneh tersebut.
“Saya kurang tahu kalau ada acara itu karena tidak ada koordinasi dengan kami SAR Parangtritis,” singkatnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan